Tatapanku sempat terhenti sejenak, tetapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku langsung naik ke lantai atas dan membawa koperku turun.Sebelum pergi, aku menoleh untuk terakhir kalinya ke tempat yang telah kutinggali selama delapan tahun ini.Dulu, tempat ini menyimpan cinta paling tulus yang pernah kumiliki.Aku pernah mengira tempat ini akan menjadi tempatku tinggal seumur hidup.Namun, tidak kusangka, hanya dalam waktu delapan tahun, seluruh cinta itu telah berubah menjadi kehampaan, dan aku sendiri telah kehilangan jati diriku.Tiba-tiba pintu terbuka dari luar."Naura, kau pulang ...."Aku menoleh dan memandang orang yang datang itu. Sesaat, aku tertegun.Janggut Owen tampak tidak dicukur selama beberapa hari. Penampilannya terlihat lusuh dan terpuruk."Naura, kau mau pergi?"Aku mengangguk."Surat cerai sudah kau tanda tangani?""Naura, masalah Almira sudah kuselesaikan. Mulai sekarang, dia nggak bakal mengganggu kita lagi. Aku bersumpah, kali ini aku benar-benar tahu aku salah.
Read more