LOGINPada hari ulang tahun pernikahan kami, hidangan di atas meja sudah berkali-kali dingin dan dipanaskan kembali. Dengan perasaan mati rasa, aku membuka sebuah postingan populer yang muncul tepat waktu. [Apa pecahan cermin benar-benar nggak bisa disatukan kembali?] [Jangan menipu diri sendiri, Pembuat Postingan. Pria paling pandai berpura-pura. Mereka bertaruh bahwa wanita bakal luluh, dan selalu ada yang percaya dengan sandiwara seperti itu.] Melihat komentar teratas itu, dadaku terasa sesak. Enam tahun lalu, aku memergoki Owen Hermanta dan gadis itu di atas ranjang. Dia yang biasanya begitu angkuh, untuk pertama kalinya menangis sambil berlutut. Katanya, saat itu dia sedang demam hingga salah mengira wanita itu adalah aku. Tembok kepercayaan yang telah dibangun selama tujuh tahun, kupaksa bertahan dengan menelan duri itu. Sejak saat itu, Owen hampir menjaga jarak dari semua wanita lain dan sangat memanjakanku. Aku terus meyakinkan diri sendiri, mungkin pecahan cermin memang bisa disatukan kembali. Saat tersadar, aku menertawakan diriku sendiri karena sampai mencari pembenaran dari sebuah postingan di internet. Hingga tanpa sadar aku menggulir layar sampai ke paling bawah dan melihat balasan terbaru dari pembuat postingan. [Istri suamiku juga sama seperti kalian, masih bermimpi hubungan yang retak bisa diperbaiki. Dia nggak tahu, selama enam tahun ini aku nggak pernah pergi. Sekarang aku bahkan lagi mengandung anaknya.] [Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka. Coba lihat, apa dia terlihat seperti orang yang mau pulang?] Jari-jariku gemetar tidak terkendali. Di foto yang dia posting, seorang pria memiringkan kepala dan bersandar di paha wanita itu. Wajahnya tidak terlihat jelas. Namun, hanya aku yang tahu .... Pria itu adalah Owen, yang kutunggu semalaman tetapi tidak kunjung pulang.
View MoreTatapanku sempat terhenti sejenak, tetapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku langsung naik ke lantai atas dan membawa koperku turun.Sebelum pergi, aku menoleh untuk terakhir kalinya ke tempat yang telah kutinggali selama delapan tahun ini.Dulu, tempat ini menyimpan cinta paling tulus yang pernah kumiliki.Aku pernah mengira tempat ini akan menjadi tempatku tinggal seumur hidup.Namun, tidak kusangka, hanya dalam waktu delapan tahun, seluruh cinta itu telah berubah menjadi kehampaan, dan aku sendiri telah kehilangan jati diriku.Tiba-tiba pintu terbuka dari luar."Naura, kau pulang ...."Aku menoleh dan memandang orang yang datang itu. Sesaat, aku tertegun.Janggut Owen tampak tidak dicukur selama beberapa hari. Penampilannya terlihat lusuh dan terpuruk."Naura, kau mau pergi?"Aku mengangguk."Surat cerai sudah kau tanda tangani?""Naura, masalah Almira sudah kuselesaikan. Mulai sekarang, dia nggak bakal mengganggu kita lagi. Aku bersumpah, kali ini aku benar-benar tahu aku salah.
Ketika Almira sekali lagi didorong ke dalam pelukan Owen yang sedang mabuk, pada akhirnya dia gagal menahan diri.Setiap kali selesai berselingkuh, dia selalu berusaha menebus kesalahannya dengan memperlakukan Naura jauh lebih baik, seolah dengan begitu pengkhianatannya bisa terhapus.Bahkan alasan Almira bisa mengandung juga karena setelah Naura keguguran akibat tekanan, dia tidak pernah berhasil hamil lagi.Owen berpikir bahwa jika ada seorang anak, Naura juga akan memiliki tempat untuk mencurahkan kasih sayangnya.Namun, dia tidak pernah menyangka Naura juga akan hamil pada saat yang sama. Semuanya terjadi begitu kebetulan, hingga dia tidak memiliki kesempatan untuk menghindar ataupun memperbaiki keadaan."Naura, izinkan aku berusaha untuk terakhir kalinya. Kalau setelah itu kau tetap nggak mau memaafkanku, aku ... aku ...."Owen mengepalkan tangannya. Bahkan hanya membayangkannya pun, dia merasa tidak sanggup.Dia mengusap air mata di sudut matanya, lalu melangkah menuju pintu kelu
Nenek menatap Owen dengan sorot mata yang rumit, lalu mengajukan sebuah pertanyaan."Owen, masih ingat seperti apa Naura ketika pertama kali kau membawanya pulang ke rumah?"Owen tertegun sesaat dan teringat pada Naura saat itu.Sensitif, penakut, dan tidak pernah mudah membuka hatinya kepada orang lain.Naura adalah teman sebangkunya di SMA. Owen jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Saat itu, Owen berusaha sekuat tenaga untuk memperlakukannya dengan baik, tetapi tidak pernah mendapatkan balasan.Bahkan tidak pernah memberinya tatapan lebih.Owen sangat kecewa dan pernah berpikir untuk menyerah.Namun, suatu hari, sepulang sekolah, dia melihat Naura sedang dirundung oleh seorang bocah laki-laki, tetapi Naura hanya diam menerimanya.Owen tidak tahan melihatnya dan maju untuk memberi pelajaran kepada anak itu. Awalnya, dia mengira Naura akan mulai memandangnya berbeda.Namun, keesokan harinya, dia justru melihat Naura datang ke sekolah dengan pipi bengkak.Setelah mencari tahu, di
Sejak saat itu, aku pun tinggal di rumah lama.Sejak ibu meninggal, nenek adalah satu-satunya orang di dunia ini yang pernah memberiku kasih sayang seorang orang tua.Aku menepuk pelan bahunya untuk menenangkannya, lalu berkata dengan suara lembut, "Nenek, aku nggak apa-apa. Semuanya sudah berlalu.""Aku sudah mengetahui semuanya dengan jelas. Kalau bukan karena wanita nggak tahu malu itu datang membuat keributan di hadapanku, aku nggak bakal tahu kalau bocah brengsek itu berani melakukan hal sehina ini."Dari cerita nenek, barulah aku tahu bahwa hari itu Owen membawa Almira untuk menggugurkan kandungan.Sebelum Almira masuk ke ruang operasi, Owen kebetulan melihatku yang baru keluar dari ruang operasi.Saat Owen sibuk terlibat pertengkaran denganku, Almira diam-diam kabur dari pintu samping menuju rumah lama.Dia memohon kepada nenek, demi anak Keluarga Hermanta yang sedang dikandungnya, nenek mau membiarkan garis keturunan ini tetap ada.Melihatku terdiam, nenek menggenggam tanganku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.