Short
Retakan yang Tak Bisa Disatukan

Retakan yang Tak Bisa Disatukan

By:  FanitaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada hari ulang tahun pernikahan kami, hidangan di atas meja sudah berkali-kali dingin dan dipanaskan kembali. Dengan perasaan mati rasa, aku membuka sebuah postingan populer yang muncul tepat waktu. [Apa pecahan cermin benar-benar nggak bisa disatukan kembali?] [Jangan menipu diri sendiri, Pembuat Postingan. Pria paling pandai berpura-pura. Mereka bertaruh bahwa wanita bakal luluh, dan selalu ada yang percaya dengan sandiwara seperti itu.] Melihat komentar teratas itu, dadaku terasa sesak. Enam tahun lalu, aku memergoki Owen Hermanta dan gadis itu di atas ranjang. Dia yang biasanya begitu angkuh, untuk pertama kalinya menangis sambil berlutut. Katanya, saat itu dia sedang demam hingga salah mengira wanita itu adalah aku. Tembok kepercayaan yang telah dibangun selama tujuh tahun, kupaksa bertahan dengan menelan duri itu. Sejak saat itu, Owen hampir menjaga jarak dari semua wanita lain dan sangat memanjakanku. Aku terus meyakinkan diri sendiri, mungkin pecahan cermin memang bisa disatukan kembali. Saat tersadar, aku menertawakan diriku sendiri karena sampai mencari pembenaran dari sebuah postingan di internet. Hingga tanpa sadar aku menggulir layar sampai ke paling bawah dan melihat balasan terbaru dari pembuat postingan. [Istri suamiku juga sama seperti kalian, masih bermimpi hubungan yang retak bisa diperbaiki. Dia nggak tahu, selama enam tahun ini aku nggak pernah pergi. Sekarang aku bahkan lagi mengandung anaknya.] [Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka. Coba lihat, apa dia terlihat seperti orang yang mau pulang?] Jari-jariku gemetar tidak terkendali. Di foto yang dia posting, seorang pria memiringkan kepala dan bersandar di paha wanita itu. Wajahnya tidak terlihat jelas. Namun, hanya aku yang tahu .... Pria itu adalah Owen, yang kutunggu semalaman tetapi tidak kunjung pulang.

View More

Chapter 1

Bab 1

Seiring pembuat postingan mengunggah fotonya, popularitas postingan itu terus meningkat.

Para pengguna internet terkejut dengan ketidakmaluannya, kolom komentar pun dipenuhi hujatan.

[Jadi selama ini kau adalah pelakor yang merusak rumah tangga orang lain? Masih punya muka?]

[Benar! Masih bangga pula mengakuinya. Pelakor zaman sekarang sudah segila ini? Teman-teman, naikkan terus popularitas postingan ini. Semoga istri sah segera terbebas dari penderitaan!]

Namun, pembuat postingan sama sekali tidak peduli. Setiap kata yang ditulisnya dipenuhi kesombongan.

[Yang nggak dicintai, dialah yang pantas disebut pelakor. Istri di rumahnya itu dingin dan nggak bergairah. Mana bisa dibandingkan denganku? Aku muda dan cantik, apa pun yang dia mau selalu aku turuti. Kalau bukan karena dia memikirkan kehamilanku dan menahan diri sehingga cuma melampiaskan hasrat sekali, hari ini aku pasti masih belum bisa bangun dari ranjang ....]

[Kalian cuma iri karena nggak bisa mendapatkannya. Pria sesempurna itu, kalau kalian bertemu dengannya, mungkin kalian bakal lebih tergila-gila daripada aku. Sebentar lagi suamiku bakal mengajakku ke acara lelang. Biar orang kampung seperti kalian membuka wawasan sedikit ....]

Di saat yang hampir bersamaan, ponselku menerima pesan.

[Sayang, ada rapat mendadak. Aku bakal pulang larut malam. Sepertinya aku nggak bisa merayakan ulang tahun pernikahan kita bersamamu.]

Aku menekan tombol panggil. Seperti yang sudah kuduga, yang terdengar hanya nada sibuk berkepanjangan.

Saat bekerja, Owen selalu tidak bisa dihubungi, sangat berbeda dengan citra suami sempurna yang diperlihatkannya di rumah.

Seperti orang yang sengaja menyiksa diri sendiri, aku terus membaca komentar-komentar itu. Tampaknya, pembuat postingan memang sengaja memamerkannya.

Setengah jam kemudian, dia memperbarui postingannya.

[Panen besar! Biar kalian para pecundang ini lihat seperti apa cinta sejati itu ....]

Dalam foto terbaru, wanita itu dengan gembira membentuk tanda V dengan jarinya, sementara di belakangnya, perhiasan-perhiasan mahal memenuhi satu meja.

Kolom komentar makin ramai dengan hujatan, tetapi mulai muncul pula suara-suara iri.

Namun, aku tidak sempat memedulikan hal lain. Pandanganku terpaku pada kalung berlian biru Hati Samudra yang berada di tengah.

Kalung itu adalah satu-satunya peninggalan mendiang ibuku, tetapi sudah lama dijual paksa oleh ibu tiriku.

Baru tahun lalu aku akhirnya berhasil mengetahui keberadaannya dan meminta Owen membantu mencari cara untuk membelinya.

Namun, apa yang dikatakan Owen saat itu? Katanya, kalung itu sudah menjadi koleksi seorang kolektor misterius dan tidak mungkin dibeli, berapa pun harganya.

Ternyata, kalung itu sudah lama dia hadiahkan kepada orang lain.

Pada akhirnya, aku tidak bisa menahan diri. Mengikuti jejak yang ada, aku berhasil menemukan akun media sosial milik pembuat postingan tersebut.

Sepertinya itu akun kedua, bernama "Bravery".

Foto profilnya memperlihatkan seorang wanita yang digandeng sambil berjalan mundur. Sang pria tidak memperlihatkan wajahnya, hanya satu lengannya yang tertangkap kamera, dengan bekas luka berbentuk huruf Y yang tampak jelas di lengan bawahnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status