Sinar matahari pagi menembus celah-celah tirai kamar, menyirami permukaan ranjang kayu dengan pendaran keemasan yang lembut. Hawa dingin sisa hujan gerimis semalam masih menyelimuti udara Kota Jiangnan, namun di dalam kamar sederhana itu, suasana terasa begitu hangat dan syahdu.Lin Ruoxi perlahan membuka sepasang matanya. Ketika jemari halusnya bergerak, ia mendapati dirinya masih terlelap rapat di dalam dekapan kokoh Chen Fan. Kepala cantiknya bersandar di atas dada suaminya, menghirup aroma maskulin yang begitu menenangkan.Lin Ruoxi mendongak pelan, menatap wajah Chen Fan yang masih memejamkan mata dalam lelapnya. Sungguh paras pria yang begitu tegas, tampan, namun menyimpan kelembutan tiada tara khusus untuk dirinya.Saat mengingat kembali momen-momen intim penyatuan raga dan kebangkitan Tubuh Yin Kayu Giok semalam, wujud rona merah membara seketika menjalar di sepanjang pipi mulus hingga ke leher porselen Lin Ruoxi. Dadanya berdebar kencang, penuh kebahagiaan yang
Last Updated : 2026-09-30 Read more