LOGINMalam kian larut menyelimuti Kota Jiangnan. Hujan gerimis membilas genteng-genteng kayu Panti Asuhan Kasih Bunda, menciptakan irama keheningan yang begitu syahdu. Suara tawa anak-anak yang tadi memenuhi koridor kini telah berganti dengan dengkur halus dari kamar-kamar tidur.
Di kamar kecil di lantai dua—kamar sederhana milik Lin Ruoxi—cahaya lampu meja berwarna kuning hangat memancar redup. Aroma daun teh dan keharuman alami tubuh Lin Ruoxi menyatu lembut di dalam ruangan.Lin Ruoxi dLampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit Grand Ballroom Hotel Imperial Jiangnan memancarkan pendaran cahaya keemasan yang amat megah. Malam ini, perjamuan tahunan Kamar Dagang Jiangnan dihadiri oleh jajaran petinggi paling berpengaruh: mulai dari pejabat tingkat atas, pengusaha kelas atas, hingga para pimpinan keluarga terpandang di seluruh wilayah selatan.Di tengah keramaian para tamu berbusana mewah, Young Master Lu—putra tunggal dari Keluarga Lu yang berpengaruh di ibu kota—berdiri dengan gelas anggur di tangannya. Senyuman tipis yang congkaknya terukir di bibirnya saat ia berbicara dengan beberapa pengusaha lokal yang sibuk menjilatnya."Aku dengar Tuan Besar Song menyiapkan penyambutan khusus untuk tamu kehormatan misterius malam ini," ujar Young Master Lu dengan nada santai namun meremehkan. "Memangnya seberapa hebat orang itu sampai Keluarga Song harus begitu merendahkan diri?"Para pengusaha di sekelilingnya hanya bisa tersenyum kaku, tidak berani memboco
Aroma harum nasi liwet berempah dan ayam goreng serundeng memenuhi seluruh penjuru dapur Panti Asuhan Kasih Bunda. Sinar matahari sore yang hangat melintas redup di antara celah dedaunan pohon mangga, memancarkan pendaran keemasan yang menyejukkan. Suasana panti yang tenang dan jauh dari kebisingan kota menjadi tempat persembunyian paling sempurna bagi sang kaisar abadi.Lin Ruoxi berdiri di dekat kompor, mengaduk kuah sayur asam dengan cekatan. Celemek katun putih bercorak bunga-bunga kecil terikat rapi di pinggang rampingnya. Sejak berhasil menembus ke Ranah Foundation Establishment (Pembentukan Fondasi) melalui kultivasi ganda bersama Chen Fan, aura keanggunannya melompat drastis. Kulit mulusnya berpendar seputih porselen terbaik, rambut hitam pekatnya terurai halus hingga ke pinggang, dan setiap gerak-geriknya memancarkan pesona keagungan murni yang begitu menyejukkan hati siapa pun yang memandangnya.Dari balik pintu dapur, Chen Fan melangkah masuk dengan santai. Ia mengenakan ka
Sinar fajar merekah di ufuk timur, menyapu lembut atap-atap bangunan panti dan menghangatkan hawa dingin Kota Jiangnan. Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi perlahan membukakan matanya. Usai menembus ke Ranah Foundation Establishment lewat kultivasi ganda semalam, matanya tampak jauh lebih jernih dan pancaran auranya makin memesona bagaikan dewi yang turun ke bumi.Ia mendongak, mendapati Chen Fan masih mendekapnya dengan begitu hangat. Jemari halus Lin Ruoxi mengelus rahang suaminya seraya menyunggingkan senyum paling manis."Pagi, Fan," bisik Lin Ruoxi lembut."Selamat pagi, Istriku," balas Chen Fan seraya mengecup kening Lin Ruoxi penuh kehangatan. Ia mengepalkan jemari Lin Ruoxi, merasakan aliran energi Foundation Establishment yang kini bergerak begitu stabil dan bertenaga di dalam meridian sang istri. "Selamat atas terobosannya. Sekarang kamu resmi menjadi praktisi Ranah Foundation Establishment."Lin Ruoxi tersenyum bangga, memeluk pinggang Chen Fan makin erat. "Semua ini berka
Celah dimensi fana di belakang Panti Asuhan Kasih Bunda perlahan memudar, merapat kaku tanpa meninggalkan satu pun bekas getaran spiritual di udara malam. Angin malam Kota Jiangnan yang sejuk membelai lembut pepohonan mangga di halaman belakang, menyambut kepulangan sang penguasa absolut yang baru saja meratakan seluruh kekuatan Pegunungan Utara.Chen Fan melangkah keluar dari balik bayangan pohon, merapikan mantel abu-abunya. Hawa pembantaian dan aura Imperial Domain yang sempat memusnahkan puluhan ribu praktisi di Lembah Kunlun telah sirna sepenuhnya, berganti dengan ketenangan seorang pria biasa yang kembali ke rumahnya.Ia menengadah menatap jendela kamar lantai dua yang memancarkan cahaya kuning hangat. Di balik tirai tipis itu, ia bisa merasakan pendaran Qi murni dari Tubuh Yin Kayu Giok milik Lin Ruoxi yang terus berdenyut stabil dan penuh kecemasan yang tertahan.KREK...Pintu lantai dua terdorong pelan.Lin Ruoxi yang sedang duduk bersila di tepi ranjang seketika membuka sepa
Aura membunuh yang meluap dari tubuh Chen Fan menjelma menjadi badai emas murni yang memutar ganas di atas Lembah Kunlun. Tekanan batin Imperial Absolute Domain menindas bumi hingga permukaan altar batu giok retak sejauh puluhan mil. Langit malam yang tadinya diselimuti awan es hitam kini dipenuhi pendaran cahaya keemasan yang begitu panas dan menyengat.Leluhur Gu, Leluhur Cang, dan Leluhur Ming gemetaran hebat di udara. Sebagai pakar Ranah Golden Core Tingkat Puncak yang telah menguasai Pegunungan Utara selama ratusan tahun, ini adalah kali pertama mereka merasakan ketakutan sedahsyat ini—perasaan bagaikan cacing kecil yang berdiri di bawah telapak kaki seekor naga purba!"Jangan terintimidasi oleh gertakannya!" raung Leluhur Gu seraya memuntahkan seteguk darah untuk memaksa aliran Qi di Dantiannya bergerak kembali. "Dia cuma satu orang! Kita memiliki puluhan ribu prajurit dan Formasi Pembantai Kaisar Sembilan Bintang! Aktifkan formasi sekarang juga!""Aktifkan formasi!" jerit para
Senja di Kota Jiangnan perlahan berganti menjadi keheningan malam yang hangat. Angin berembus lembut membelai dedaunan pohon mangga di halaman belakang Panti Asuhan Kasih Bunda. Pendaran lampu-lampu taman bernuansa kuning redup menciptakan suasana yang begitu syahdu, seolah mengisolasi kehangatan panti dari gelombang ancaman raksasa yang tengah membumbung tinggi di Ranah Tersembunyi Kunlun.Di dalam kamar di lantai dua, Lin Ruoxi berdiri di hadapan Chen Fan. Jemari halusnya yang lentik telaten merapikan kerah jubah linen hitam yang kini dikenakan oleh suaminya. Gaun tidur katun sutera berwarna krem yang melekat pada tubuh ramping Lin Ruoxi memancarkan pendaran cahaya hijau keemasan yang menyejukkan—efek murni dari Tubuh Yin Kayu Giok yang kian padu di dalam meridiannya.Meskipun hatinya dipenuhi rasa cemas khas seorang istri yang melepas suaminya menuju medan pertempuran besar, Lin Ruoxi tidak meneteskan air mata sedikit pun. Binar mata jernihnya memancarkan kepercayaan dan keteguhan







