Halaman MagnoliaYang Mama, wanita paruh baya dengan tahi lalat besar di pipi berjalan masuk dari gerbang luar dengan dagu terangkat. Sikapnya jauh lebih angkuh dibanding sang majikan pemilik halaman.Melihatnya masuk, para pelayan yang sedang bertugas di pekarangan, sedikit menundukkan kepala. Tak satupun yang tidak menunjukkan sikap hormat di depannya. Meski begitu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang diomongkan di belakang orangnya.Tak lama kemudian, wanita yang sudah mulai beruban itu tiba di depan pintu kamar utama. Ia merapikan pakaian sekedarnya sebelum mencondongkan kepala ke depan.“Selir, saya kembali,” ujarnya pelan dengan suara penuh hormat.“Mama, masuklah.” Pintu didorong perlahan. Yang Mama masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.Di dalam ruangan, aroma dupa yang khas memenuhi udara. Jika seseorang baru pertama kali menghirupnya, ia mungkin tidak akan langsung terbiasa dengan wanginya. Namun, setelah lama menghirupnya, aroma itu justru akan terasa semakin menyen
Huling Na-update : 2026-08-29 Magbasa pa