Shangguan Chen baru saja memasuki halaman dalam ketika Yin Anzhu menyerbu ke arahnya. Raut wajahnya kesal bercampur khawatir.“Shangguan Che..nnn!” Tiba-tiba tersadar, ia segera mengecilkan suara, menyadari ia tidak bisa membuat keributan dan menarik perhatian para pelayan.Ia sudah mengulurkan tangan hendak menarik pria itu ke suatu tempat, namun kembali diurungkan. Bibirnya terkatup rapat, tatapan tajamnya tak lepas dari wajah tampan suaminya. Namun sorot mata ini tentu saja jauh dari kekaguman apalagi pemujaan. Ia sudah akan menampar kepalanya kalau saja dia tidak ingat orang itu adalah suaminya.“Ikut aku!” Yin Anzhu akhirnya berbalik dengan tegas menuju ke arah belakang paviliun.Saat merasakan tidak ada pergerakan di belakang, ia menoleh. Shangguan Chen masih bergeming di tempat. Pandangan mereka berpapasan singkat. Alih-alih bergerak ke arahnya, pria itu malah berjalan lurus. “Ikut ke ruang kerja,” ujarnya dengan suara yang terkendali.Beberapa saat kemudian, Moyan menutup p
Last Updated : 2026-08-18 Read more