Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

last updateLast Updated : 2026-07-17
By:  MylilcosmosUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
29views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat Yin Anzhu mengetahui rencana licik ayahnya yang menjualnya sebagai wanita simpanan kepada seorang pejabat korup, ia langsung melarikan diri. Sayangnya pelariannya gagal karena seorang pria misterius berjubah gelap, alih-alih menyelamatkannya dari kejaran, ia malah mengembalikannya ke Kediaman Yin. Beberapa hari kemudian, bukan hadiah dari pejabat korup yang datang, namun sebuah lamaran dari pria misterius tampan yang ternyata adalah putra sulung dari Kediaman Wakil Menteri. Dan ia bukan ingin mengambil Yin Anzhu sebagai selir ataupun simpanan, melainkan sebagai istri sah!

View More

Chapter 1

Bab 1. Terpojok

Saat Yin Anzhu membuka mata, ia menemukan dirinya sedang berada di dalam kereta pejabat yang membelinya dari ayahnya.

Pakaian sederhananya telah berganti sebuah gaun merah muda yang indah. Perhiasan yang tidak pernah ia lihat, telah bertengger di tangan dan di leher. Rambutnya yang biasa setengah diurai, kini telah ditata dengan banyak ornamen.

Apakah kue favoritnya telah diberi obat bius? Yin Anzhu tidak terlalu yakin. Namun itulah hal terakhir yang dimakannya sebelum kehilangan kesadaran.

Ayah kejam itu! Dia benar-benar hanya melihatnya sebagai alat pertukaran?!

“Tidak. Aku tidak bisa jatuh ke tangan pejabat tua itu!”

Yin Anzhu tiba-tiba menggerakkan tubuhnya. Masih belum banyak bertenaga, ia malah terjerembab dan menabrak meja teh di depan. 

“Akh!” 

Ia dan semua benda di atas meja segera jatuh ke atas lantai kereta.

Yin Anzhu menggigit kuat bibirnya, memaksakan kesadarannya kembali. Tangannya yang perih tidak dipedulikannya.

Pikirannya sepenuhnya hanya fokus untuk keluar dari kereta celaka itu. Kalau tidak, ia tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya akan berakhir dalam beberapa waktu ke depan.

Yin Anzhu melempar diri keluar dari jendela kereta. Tubuhnya menghantam tanah sebelum terguling di atas jembatan lengkung. Darah segera mewarnai permukaan Jembatan Keberuntungan dengan jejak merah.

Teriakan panik bergema dan orang-orang otomatis mundur dengan tampang ngeri.

“Pembunuhan! Ada pembunuhan!” 

Semua teriakan itu makin jelas di telinga Yin Anzhu. Rasa sakit barusan membuat pikirannya bangun lebih cepat.

Setelah tubuhnya berhenti berguling, ia bangkit dengan susah payah, lalu menyeret kakinya ke pagar jembatan.

Darah mengucur dari tangan yang mencengkram pagar kayu, meninggalkan jejak gelap di sana.

Seorang pria paruh baya yang mungkin lebih tua dari ayahnya segera memasuki pandangan. Itulah Tuan Deng si pejabat. 

Melihatnya, Yin Anzhu merasakan amarah melonjak di dalam dada. Ia menarik napas, membuka mulutnya dan berseru lantang, “Orang Tua, apakah ayahku yang menyerahkanku padamu?”

Tuan Deng tidak menjawab, tapi menunjuknya dan berteriak marah, “Kau, masuk kembali ke dalam! Aku sudah membelimu dengan harga yang mahal!” 

Saat itulah Yin Anzhu sadar, dia seharusnya tidak mendengarkan semua bujukan itu dan datang kemari.

Beberapa waktu yang lalu, ia masih hidup sederhana di desa dengan nenek dan kakeknya. Suatu hari sebuah kereta mewah datang dari ibukota. Ayahnya mengirim pelayan untuk membawanya pulang.

Padahal, sejak ibunya tiada dan dia diasuh oleh kakek neneknya, tidak pernah ada kabar apapun dari ayahnya. Bisa dikatakan, ia sudah ditelantarkan sejak lahir.

Nenek dan kakeknya melihat ini sebagai kesempatan Yin Anzhu untuk hidup lebih layak dan memiliki masa depan yang baik. Jadi, ia menurut dan pergi ke ibukota untuk tinggal di kediaman sang ayah.

Namun siapa sangka, ini semua hanya rencana licik ayahnya!

“...posisi kepala divisi di Kementerian Pekerjaan Umum baru saja kosong. Kita akan mengirim Anzhu kepada Tuan Deng. Kudengar dia menyukai para gadis muda. Dia akan membantuku dengan memberikan kata-kata baik pada pejabat personalia di atas.”

Yin Anzhu mendengar itu, dan merencanakan lari dari rumah. Namun ia terkena jebakan mereka saat makan siang.

Menemukan kenyataan ini, kebenciannya pada ayahnya semakin bertambah.

Masih mencengkram kuat pagar jembatan, Yin Anzhu melotot kepada beberapa pelayan laki-laki yang bergerak maju ke arahnya. Ketika mereka tidak berhenti, Yin Anzhu menarik semat perak yang menahan rambutnya. 

Seketika separuh rambut yang ditata dengan hati-hati terurai, beterbangan oleh angin malam yang berhembus.

Yin Anzhu mengarahkan tusuk rambut perak itu ke lehernya sendiri. Sorot mata gelapnya dipenuhi tekad kuat. Ia mengangkat dagunya tinggi, menantang.

“Jika kalian masih ingin membawaku, kalau begitu bawa saja jasadku kembali!”

“Masih berani mengancam?! Cepat kembali ke kereta sekarang sebelum kesabaranku habis!” ancam Tuan Deng.

Para penonton yang entah sejak kapan telah berkumpul di sekitar, seketika panik melihat tindakan putus asanya. Tak sedikit yang segera berteriak menasehati agar ia tidak berpikiran pendek.

Di antara keributan itu, sebuah suara rendah dan tenang tiba-tiba tertangkap oleh telinga Yin Anzhu.

“Geser sedikit ujungnya ke atas. Akan membunuh lebih efektif.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status