"Salam kepada Yang Mulia Permaisuri. Semoga keselamatan dan takhta Anda tetap kokoh di bawah perlindungan kekaisaran."Duke Kain membungkuk dengan presisi yang sempurna, terlalu sempurna hingga terasa seperti robot. Mata merahnya tetap dingin, dan ia segera menegakkan tubuh bahkan sebelum Permaisuri mempersilakannya. Di sampingnya, Duchess melakukan curtsy dengan gaun yang berdesir, matanya tertuju pada lantai, menyembunyikan ketegangan yang merayap di pundaknya.“Aku senang, kau benar-benar datang, Duke Kain,” ucap Permaisuri Katarina.Tata bicaranya begitu anggun, namun tatapan matanya seperti menyembunyikan sesuatu yang hanya dia sendirilah yang tahu.“Jika Anda yang memintanya, apakah ada hak bagi saya untuk menolak?” jawab Albert. Ucapannya memang terdengar sebagai bawahan yang tunduk, tapi dari nada bicaranya. Entah mengapa terdengar seperti sebuah sindiran.Tampak Permaisuri yang mendengarnya menunjukkan sebuah senyuman tipis, mungkin lebih tepat jika dikatakan sebuah smirk. “D
Last Updated : 2026-08-01 Read more