Melihat Dayat masih terdiam cukup lama, Ardi akhirnya angkat bicara terlebih dahulu, "Pak Dayat, gimana? Restoran kalian mau beli nggak? Kalau kelamaan, nanti ikannya keburu mati."Dayat tersadar dan segera berkata, "Mau! Tentu mau! Kamu tentukan saja harganya, aku ambil semuanya! Ikan kerapu dengan kualitas sebagus ini nggak boleh jatuh ke tangan orang lain."Ardi tersenyum. "Aku nggak enak kalau harus nentuin harga sendiri. Kamu saja."Dia tahu, sekalipun dirinya memasang harga tinggi, Dayat tetap akan membeli ikan-ikan ini. Namun, kalau begitu, kerja sama mereka hanya akan berlangsung sekali ini saja. Lain kali, kalau dia mendapatkan ikan bagus lagi, belum tentu Dayat masih mau membelinya.Dayat menoleh ke Siddiq. "Siddiq, waktu terakhir kamu ke toko hasil laut milik negara, berapa harga ikan kerapu kelas satu di sana?"Siddiq berpikir sejenak. "Kalau nggak salah, 56 ribu per kilo."Begitu mendengar jawaban itu, Ardi dan Dayat langsung melirik Siddiq bersamaan. Mereka sama-sama tahu
Read more