Saat melihat pisau pemotong ikan itu, jantung Ardi sempat berhenti berdetak.Di kehidupan sebelumnya, Kinara tanpa sengaja membunuh Badrul dengan pisau seperti itu. Sekarang ketika pisau tersebut berada di tangan Madya, ingatan itu langsung menyeruak ke benaknya. Dia segera menghentikan Madya, merebut pisau itu, lalu melemparkannya ke dalam halaman."Om, tenang dulu. Nggak ada gunanya mengorbankan diri sendiri gara-gara dua orang seperti mereka. Biarkan aku yang urus masalah ini.""Mereka cuma mau uang, 'kan? Selama masalah bisa diselesaikan dengan uang, itu bukan masalah besar."Melihat Ardi sudah turun tangan, Madya tidak berkata apa-apa lagi.Sejak awal dia memang hanya berniat menakut-nakuti mereka. Dia tidak benar-benar ingin melukai siapa pun. Sekarang Ardi memberinya alasan untuk mundur dengan sopan, tentu saja dia menerimanya.Setelah menenangkan Madya, Ardi menoleh ke arah Badrul."Badrul, aku akan bicara terus terang. Kalau soal uang, nggak ada."Mata Badrul langsung membelal
Read more