"Rencana biadab yang sangat konyol," pangkas Rangga rendah, suaranya menyapu dinginnya angin sore saat ia menyerahkan kembali ponsel milik Naomi. "Kita tidak boleh membiarkan virus genetika itu selesai diproduksi, Rangga!" bisik Naomi panik, jemarinya memegang erat bahu sang Kaisar. "Sekali virus itu disebarkan melalui udara, seluruh warga pulau New Sanctuary akan habis dalam hitungan jam!" "Tenanglah, Naomi. Pergi dan kumpulkan seluruh perwira utama ke ruang rapat komando sekarang juga," perintah Rangga tenang, matanya berkilat membunuh di tengah cahaya matahari. "Siap, Suamiku! Aku akan memanggil mereka detik ini juga!" pangkas Naomi cepat berbalik melangkah tergesa-gesa menuju koridor utama istana. Rangga menyadari bahwa jika ia terus bersikap tenang, musuh tidak akan pernah berhenti mengirimkan ancaman. Langkah kaki tegap sang Kaisar bergaung mantap menyusuri lorong batu menuju ruang rapat pusat kendali pertahanan. Di sana, para wanita setianya, Saras sang ibu tercinta, Jend
Read more