"Penguncian sasaran selesai. Serahkan sisanya padaku, Chloe," pangkas Rangga rendah, suaranya begitu tenang dan mengagumkan di tengah gemuruh desingan mesin komputer bawah tanah. "T-titik koordinat misil musuh sudah terkunci di layar utama, Suamiku!" jerit Chloe dari seberang saluran transmisi, suaranya bergetar menahan ketegangan. "Rangga, waktu kita tinggal tiga puluh detik sebelum misil itu memasuki jarak ledak kritis!" pangkas Naomi panik sambil makin erat memeluk pinggang tegap Rangga dari sisi kiri. "Tetap tenang, Naomi. Tidak ada yang bisa menyentuh New Sanctuary selama aku bernapas," pangkas Rangga santai, menyunggingkan senyum dinginnya sambil memejamkan mata untuk memfokuskan gelombang otaknya. "Tembak sekarang, Suamiku! Hancurkan musuh-musuh kita!" jerit Eleanor penuh rasa percaya dari sisi kanan, mendekap hangat dada bidang Sang Kaisar. Dari jarak ribuan mil di puncak gunung Alpen, pikiran Rangga memicu tembakan meriam laser kristal Atlantis di pulau New Sanctuary.
Read more