"Fiona, dengarkan aku baik-baik. Berhenti menangis dan lepaskan tanganmu sekarang juga," bisik Rangga dengan nada mendesak, tangannya memegang kedua bahu mungil gadis itu untuk mendorongnya menjauh. "Tapi di luar benar-benar menakutkan, Kak... Hantu itu pasti masih menunggu di ujung koridor," balas Fiona sesenggukan, matanya yang sembap menatap Rangga dengan pandangan memelas. "Tidak ada hantu di sini, mengerti? Sekarang, duduklah di pinggir ranjang ini dan tenangkan dirimu. Aku tidak akan membiarkan siapapun masuk ke kamar ini," ujar Rangga akhirnya mengalah, menuntun Fiona untuk duduk di atas kasur empuknya yang berbalut sprei bludru. Fiona menurut, namun ia langsung menarik selimut tebal milik Rangga hingga menutupi separuh tubuhnya yang hanya dibalut gaun tidur sutra tipis. "Kakak janji tidak akan mengusirku keluar, kan?" "Hanya sampai kau berhenti gemetar, Fiona. Setelah itu, kau harus kembali ke asramamu sebelum Clarissa menemukan kita berdua di sini," tegas Rangga sembari
Read More