Alana masih berada dalam kondisi yang sama. Tubuhnya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan kedua mata terpejam. Wajahnya tampak pucat, sementara suara monitor dan alat-alat medis di sekelilingnya terdengar teratur, menciptakan irama menegangkan yang terus memenuhi ruangan.Randu masih menggenggam tangannya. Lelaki itu bahkan tidak menyadari bahwa sejak tadi ia menahan napas, berharap perempuan di hadapannya segera membuka mata."Oh, Tuhan..." gumamnya lirih.Randu mengusap wajahnya dengan tangan yang lain, lalu kembali menatap Alana."Aku pikir dia sudah bangun, tapi ternyata hanya perasaanku saja."Tadi ia sempat merasa seolah Alana membuka mata dan menyentuh kepalanya. Namun, setelah sadar sepenuhnya, ia kembali menemukan perempuan itu masih terbaring tanpa memberikan respons apa pun.Dalam diam, Randu terus memohon agar Alana segera bangun dari tidur panjangnya. Ia ingin mendengar suara perempuan itu lagi. Ia ingin melihat tatapan penuh luka yang dulu sering membuatnya
Última actualización : 2026-08-08 Leer más