"Saya tidak menguping, Nyonya. Saya hanya mengantar minuman untuk Nyonya atas perintah Tuan Randu."Tatapan Bu Mawar tetap tajam, seolah berusaha mencari kebohongan di wajah Alana. Melihat sorot matanya, Alana bahkan nyaris lupa cara bernapas dengan tenang.Setelah beberapa detik berlalu, Bu Mawar akhirnya mengalihkan pandangannya dan membuang muka dengan wajah dingin."Ingat baik-baik," ucapnya dengan nada penuh penekanan. "Kamu hanya pembantu yang kami bayar untuk bekerja di rumah ini. Jadi, jaga sikapmu, tahu batasanmu, dan jangan pernah bertingkah!"Alana kembali mendapatkan peringatan sekaligus ancaman yang sama. Namun, lagi-lagi ia hanya bisa mengepalkan jemarinya di balik baki yang masih dipegangnya, tanpa mampu melawan.Tanpa diduga, Randu tiba-tiba menghampiri. Tentu saja, kemunculannya membuat wajah Bu Mawar seketika memucat."Ibu tenang saja. Alana tidak mungkin macam-macam. Lagipula, Arletha yang memilih Alana untuk bekerja di sini."Bu Mawar terdiam. Entah mengapa, ia mer
Dernière mise à jour : 2026-07-03 Read More