Suasana di dalam mobil mendadak berubah mencekam. Setelah beberapa saat hanya terdiam, Aksa memalingkan wajahnya ke arah Alana. Tatapannya berbeda dari sebelumnya, jauh lebih dalam dan membuat Alana merasa tidak nyaman."Aku... aku rindu kamu, Lana," ucap Aksa lirih.Perlahan, tubuh lelaki itu bergeser mendekat. Jarak di antara mereka semakin menipis seolah Aksa hendak merengkuhnya. Refleks, Alana mengangkat kedua tangannya lalu mendorong dada Aksa agar menjauh."Mas, jangan!" ucapnya tegas.Penolakan itu justru membuat wajah Aksa mengeras. Rahangnya mengatup rapat, sementara sorot matanya berubah tajam."Aku masih suamimu, Alana!" bentaknya, tidak terima.Alana menggeleng kuat-kuat. Napasnya mulai memburu. "Enggak, Mas. Kita sudah bercerai. Kamu sendiri yang menjatuhkan talak tiga untukku. Kamu tidak lupa itu, kan?""Itu cuma talak!" sahut Aksa dengan nada meninggi. "Kita belum mengurus apa pun di pengadilan. Secara hukum negara kita masih suami istri, Alana."Ucapan itu membuat dada
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-20 Mehr lesen