"Boleh aku duduk di sini?" Aku bertanya dengan nada suara yang sangat lembut dan sopan, jauh berbeda dengan caraku berbicara ketika bersama Nicholas yang biasanya ketus, emosian, atau bahkan mengabaikannya sama sekali. Yah, wajar saja aku bersikap begitu kepada Nicholas, anak itu memang terlahir rese dan menyebalkan. Namun di depan Gabriel, aku ingin terlihat manis. "Oh, tentu. Silakan!" sahut Gabriel ramah. Ia sedikit menggeser posisi duduknya di bangku panjang taman, memberiku ruang yang cukup luas. "Emmm, terima kasih ya," ucapku pelan, usai duduk di sampingnya. Hanya dengan duduk bersebelahan dengannya, jantungku sudah berdebar tak karuan. Debaran yang menyenangkan. "Tumben Kamu datang ke sekolah kami? Ada urusan apa?" "Biasa, soal koordinasi pertandingan antar sekolah minggu depan," sahut Gabriel singkat. Dia memang terkenal sebagai cowok yang irit bicara namun selalu sopan kepada siapa saja. Di jaman sekarang Jarang sekali ada cowok seperti Gabriel, itulah salah satu
Last Updated : 2026-07-19 Read more