|| Rachel || Keesokan paginya, saat aku berjalan menuju kantorku, aku melihat tumpukan kotak-kotak di luar pintu. Begitu aku masuk, dua pekerja sedang menata perabotan berwarna putih bersih dan memasang partisi kaca. Sebuah lukisan raksasa — yang nilainya pasti mencapai jutaan — sudah tergantung di dinding di belakang mejaku. “Ada apa ini?” tanyaku. “Nona Samantha sudah memberi izin kepada kami,” jawab salah satu dari mereka tanpa menatapku. Punggungnya tetap membelakangiku, sebuah isyarat diam-diam bahwa dia tak tertarik untuk berbincang. Aku mundur ke luar tepat saat Slade berjalan ke arahku, alisnya berkerut. “Kenapa ada kotak-kotak ini di sini?” tanyanya, nada kesal mulai terdengar dalam suaranya. “Itu milikku. Sepertinya Samantha mengambil alih ruang kerjaku,” jawabku, menjaga nada suaraku datar. Matanya membelalak. Sebelum dia sempat menjawab, Abbie menghampiri kami. “Selamat pagi,” sapanya. “Selamat pagi,” kami berdua menjawab. “Bagaimana kabarnya?” tanya Slade denga
Terakhir Diperbarui : 2026-08-15 Baca selengkapnya