Pagi itu, Vitara berangkat lebih pagi dari biasanya. Tentunya setelah ia menyiapkan sarapan untuk keluarga. Vitara sengaja bangun lebih awal agar bisa menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum kedua orang tua juga saudara laki-lakinya bangun.“Kamu sakit, Ta?” tanya Ayu ketika melihat wajah pucat sahabatnya.Vitara menggeleng lemah. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya, memeriksa laporan keuangan mereka tanpa berniat menatap wajah sahabatnya. “Kangen Rayan, ya?” goda Ayu membuat wajah Vitara semakin murung.Ayu tertawa pelan. “Udah, deh. Mending kalian jadian aja gak, sih? Punya perasaan yang sama juga,” ledeknya lagi.Vitara diam tak menjawab. Hal itu justru membuat sahabatnya semakin penasaran.“Kamu kenapa, sih, Ta? Ada masalah sama Rayan?” Ayu bertanya penuh tuntut.Vitara menghela nafas pelan. Ia menunjukkan sebuah foto di ponselnya.“Menurutmu, gimana dengan foto ini? Ada yang aneh?” tanya Vitara lagi.Ayu mengerutkan dahinya. Sahabat Vitata itu memperhatikan foto yang menampilkan Vit
Last Updated : 2026-09-08 Read more