Pagi-pagi sekali Vitara sudah keluar rumah. Seperti biasa, gadis itu mengabaikan omelan sang ibu yang terus menyuruhnya untuk berhenti bekerja. Padahal, berulang kali Vitara mengatakan pada keluarga bahwa kafe itu miliknya. Namun, tak ada satupun yang percaya dengan ucapannya.“Tara …” suara seseorang terdengar memanggil begitu Vitara berhasil sampai di toko buku yang selalu menjadi favorit gadis itu.Vitara terdiam sejenak. Saat ia menoleh, degup jantungnya meningkat dua kali lebih cepat begitu melihat siapa pemilik suara tersebut.“Akhirnya kamu dateng juga. Aku pikir kamu akan abaikan aku lagi,” lirih Narayan berkata.Senyum bahagia terbit di bibir pria tersebut. Narayan tak bisa sembunyikan kebahagiaannya. Itu jelas terlihat dari binar matanya.“Aku mau bilang sesuatu sama kamu, Ra. Aku gak mau lagi memendam ini semua,” sambung Narayan lagi berkata.Vitara masih diam. Lebih tepatnya, gadis itu masih bingung harus merespon seperti apa. Sikap Narayan berbeda dari terakhir kali merek
Last Updated : 2026-07-29 Read more