"Yuga, kamu dengar aku ngomong nggak sih?" Velen kesal lalu mendorong tubuh Yuga karena merasa diabaikan.Yuga tersadar dari lamunannya, lalu mengernyitkan dahi, "Jangan mulai deh.""Aku yang mulai?" Velen seketika meledak."Sejak keluar dari tempat reuni kamu terus-terusan melamun, apa kamu masih mikirin Shania? Ini udah 10 tahun, kamu masih belum bisa lupain dia?""Aku udah bilang jangan sebut dia lagi!" Nada suara Yuga menyiratkan amarah yang tertahan."Kenapa aku nggak boleh sebut?" Mata Velen tampak berkaca-kaca."Kalau bukan karena aku dulu, kamu pasti udah terus-terusan diganggu sama dia! Kita udah bareng-bareng selama 10 tahun, tapi kamu masih aja mikirin dia, kamu tega ya sama aku?"Menatap Velen yang bersikap histeris seperti itu, kegundahan aneh mendadak bergolak di dalam lubuk hati Yuga.10 tahun sudah berlalu, dan dia sebenarnya sudah agak tidak tahan dengan segala sikap manja serta keegoisan Velen selama ini."Cukup," ucapnya dingin, "Aku lagi nggak mau berantem sama kamu
Read more