Ra berlari menyambar Lea yang terdiam mematung, memeluk seluruh tubuhnya, memblokir pemandangan tubuh Yufa dari mata Lea.Dia juga berusaha mengusap darah yang membasahi tubuh Lea, sementara jeritan Edrice memenuhi langit. Tidak perlu diperhatikan lebih jauh, Yufa tak lagi bergerak, diam selamanya.Tubuh Edrice lemah terkulai dan Amun menangkapnya, sementara Sudi tampak terpana. Tak bisa bergerak, memandang Yufa.“Yufa…” Lea memberontak dari pelukan Ra.“Tidak!” Ra mengeratkan pelukan.“Yufa!” Lea memekik dan meronta, meminta Ra melepaskan pelukan. Tapi Ra tidak bergeming.“Aku harus melihatnya!”“Jangan, Lea.”“YUFA!”Lea berusaha menurunkan lengan Ra, memberontak. Perlawanan Lea cukup sengit. Ra bisa dengan mudah melawan Lea, tapi dia takut cengkeramannya akan menyakiti Lea. Dia harus melawan Lea, tapi dengan tenaga seminim mungkin.“Lea, kau tak perlu melihatnya.”Lea menggeleng.“Tidak! Aku harus melihatnya!” Lea memekik. “Tidak boleh! Tidak boleh begini lagi! Yufa harus hidup!”L
Huling Na-update : 2026-09-16 Magbasa pa