Lea membuka matanya yang sembab dan perih, saat telinganya mendengar panggilan. Bukan memanggil namanya. Tapi memanggil nama yang kembali membuat Lea ingin menangis."Hayya qumii, ya Amirotu Nae!" (Putri Nae, hamba mohon bangun)Lea menggosok wajahnya sebentar, lalu menyingkirkan rambut dari telinga, karena mendengar ucapan aneh lagi."Tuan Putri?"Kini Lea membuka mata sempurna, dan telinganya terbuka sempurna pula. Dengan mata sembab dan tebal itu, Lea bisa melihat jika dia masih berada di kamar yang aneh, bukan kamarnya sendiri. Tidak mengherankan jika dia mendengar panggilan nama Nae. “Ucapan aneh tadi sepertinya hanya mimpi”, putus Lea dalam hati. Lea bergerak, dan bangun. Melawan kepalanya yang sakit berdenyut, akibat tangisan hebatnya tadi malam."Putri Nae?"Lea menoleh dan melihat seorang wanita berdiri di dekat ranjang, terpisah oleh kain tipis kelambu berwarna putih. Tidak terlalu jelas, tapi tubuhnya mungil seperti gadis remaja. Mungkin enam belas atau tujuh belas.Rambu
최신 업데이트 : 2026-06-26 더 보기