Menuruti permohonan Lea, Ra tidak jadi memarahi Zaim. Pria itu berkali-kali minta maaf karena harus mengganggu meski dia baru saja terbangun, tapi Zaim tak punya pilihan lain.Dan kini dia harus menghadapi permasalahan lainnya yang tidak ingin dia hadapi. Tapi harus, yaitu Luz.Ra ingin menundanya selama mungkin, tapi ini adalah keharusan yang dia hadapi. Percuma menundanyaDi bawah pandangan penghuni istana lain, yang kebanyakan terkejut karena belum tahu dia bangun, Ra berjalan menuju kamar Luz.Dan mirip seperti Lea, Ra harus berpikir beberapa saat sebelum masuk, sampai akhirnya tangannya mampu mengetuk.“Kau bangun!” Begitu kakinya melangkah masuk, setelah budak yang ada di kamar Luz membuka pintu, Ra mendengar sapaan terkejut dari Luz.Lalu pelukan adalah apa yang dia rasakan berikutnya. Pelukan yang membuat hatinya semakin berat, karena tangan yang menepuk punggungnya hanya ada satu.“Aku yakin kau akan bangun, tapi ini lama sekali.”Luz melepaskan pelukan itu, dan akhirnya Ra b
Last Updated : 2026-09-11 Read more