"Apaan sih lo pada kaget begitu?" sergah Davin, mengedarkan pandangan tajamnya demi meredam gejolak heran dari teman-temannya.Ia berdeham pendek, mencoba mencari alasan paling logis yang tidak akan mengorbankan harga dirinya di depan geng kampus. "Mulai sekarang, jangan lagi ganggu si Aleena. Kita belajar aja yang bener. Sebentar lagi skripsi, dan gue gak mau gagal lagi. Ayah udah kasih ultimatum, kalau kali ini gue gagal, bakal dikirim ke luar negeri buat urus cabang perusahaan di sana!" bohong Davin—meski tidak sepenuhnya salah, sebab Kevin memang selalu menuntut nilai akademik yang sempurna darinya.Leon yang awalnya bersiap meledek, langsung terdiam begitu mendengar kata 'luar negeri' dan 'skripsi'. Ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal, ikut membayangkan kemarahan orang tuanya sendiri jika sampai mengulang semester."Bokap gue juga sama, udah kasih peringatan keras semalam. Kalau IPK gue jeblok lagi, fasilitas mobil bakal ditarik," aku Leon, seketika kehilangan minat untuk mer
Terakhir Diperbarui : 2026-07-04 Baca selengkapnya