Antara cintamu dan cinta Ayahmu

Antara cintamu dan cinta Ayahmu

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-05
Oleh:  LosakataBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
16Bab
65Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Semenjak pernikahan ayahnya yang kedua, hidup Aleena tak sama lagi. ia di kucilkan dan harus menghidupi dirinya sendiri. Di satu malam, Viki Kaka tirinya Aleena hendak melecehkan Aleena, namun hal itu urung terjadi karena tiba tiba keluarganya pulang ke rumah. Viki yang gak ingin nama baiknya rusak pun menunduh Aleena menggodanya. Ayahnya Aleena saat itu percaya dengan Viki dan memgusir Aleena. Tak sampai di situ, Aleena yang hendak mencari perlindungan pada Sang kekasih harus menelan pil pahit, karena kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya. di saat putus asa, Aleena di pertemukan dengan Kevin pengacara kaya raya berstatus duda. Drama pun di mulai karena ternyata Kevin adalah ayah dari Davin teman satu kampusnya yang sering membully Aleena

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1: Kehilangan Rumah

"Anak kurang ajar tak tahu malu! Pergi kau dari rumah ini?" Usir Darwin.

----

Hujan sore itu turun begitu deras, seolah ikut menangisi kemalangan Aleena. Gadis itu berjalan gontai, kakinya yang hanya beralaskan sepatu kets terasa beku. Kaos oblongnya basah kuyup, menempel di tubuhnya yang menggigil. Celana jeans yang ia kenakan terasa berat, seberat beban yang menghimpit hatinya.

Aleena baru saja diusir dari rumah ayahnya. Rumah yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung, kini berubah menjadi penjara yang menyiksa. Semua karena fitnah keji yang dilontarkan kakak tirinya, Viki.

Pikirannya melayang kembali ke kejadian beberapa jam yang lalu. Aleena baru saja pulang kerja, lelah dan ingin segera beristirahat. Namun, saat ia melangkah masuk ke dalam rumah, Viki tiba-tiba menariknya ke dalam kamarnya.

"Lepas!" pinta Aleena, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Viki.

Viki hanya menyeringai. "Ayolah Al, aku tau, kau juga sebenarnya suka sama aku kan?"

Aleena terkejut mendengar perkataan Viki. "Apa maksud Kak Viki? Kenapa Kak Viki bawa Aleena kemari?"

Ketakutan di wajah Aleena membuat Viki semakin bersemangat. Ia mendekatkan tubuhnya pada Aleena. "Aleena kau sangat cantik, aku menginginkan mu malam ini, rumah ini sepi sekarang, jadi..."

Aleena yang menyadari niat busuk Viki, berteriak, "Dasar mesum... Kau itu kakakku!!!" Ia berusaha bangun dan keluar dari kamar Viki.

Namun, Viki lebih kuat. Ia terus menarik Aleena, hingga kaos yang dikenakan Aleena robek di bagian belakangnya.

"Viki, lepasin aku, ini tidak benar!!! Kau itu Kakakku!!!" Aleena terus meronta, mengingatkan Viki tentang status mereka.

"Siapa yang peduli, hah!!! Aku mau kau malam ini Aleena... kau begitu menghindariku sejak lama, dan ini kesempatan paling baik..."

Aleena tidak tahan lagi. Ia menginjak kaki Viki dan berlari keluar kamar. Namun, di depan pintu, ia berpapasan dengan ayah, ibu tiri, dan adik tirinya.

"Sedang apa kau di sini??" tanya ibu tirinya dengan tatapan tajam.

Viki, yang baru saja keluar dari kamar, langsung berbohong. "Ah kebetulan kalian datang tepat waktu, Ayah, Ibu, Aleena datang kekamarku dan berusaha menggodaku, dia... merayuku dan bilang kalau dia mencintaiku Ayah!! Tentu saja aku memarahinya dan membuatnya menangis."

Aleena menggelengkan kepalanya. "Enggak begitu Ayah, itu..."

Belum sempat Aleena menyelesaikan penjelasannya, ayahnya, Darwin, menamparnya. "Dasar murahan!!!"

Darwin kemudian menyeret Aleena dengan kasar dan mengusirnya dari rumah. Ibu dan saudara tiri Aleena tersenyum puas melihat penderitaan Aleena.

"Pergi kau dari sini, dasar murahan!!!" usir Darwin.

"Ayah itu tidak benar, tolong percaya padaku!!"

"Pergi kau!!!" usir Darwin lagi, mengabaikan tangisan Aleena.

"Ayah percayalah, ini tidak benar, Ka Viki yang mau melecehkan ku yah!" Aleena masih berusaha meyakinkan sang ayah sambil menangis.

"Ayah jangan percaya, aku menyayangi Aleena seperti adiku sendiri, tapi tadi dia tiba-tiba masuk ke kamar dan menggoda ku yah!" elak Viki dengan begitu meyakinkan.

Posisi Alena yang memang berada di kamar Viki membuat Darwin percaya pada anak tirinya itu.

"Aleena, aku malu memiliki putri seperti mu!" sentak Darwin. "Dia itu kakak mu, tapi kau malah menggodanya! Apa kau tidak memikirkan harga dirimu? ibumu pasti sangat kecewa padamu, kau memang pembawa sial!"

"Ayah itu tidak benar, Sungguh aku tidak melakukan itu, bukan kah aku anak kandung mu? mengapa kau tidak mempercayai ku? dan mengapa ayah malah membawa-bawa ibu?" Aleena benar-benar putus asa. air matanya sejak tadi tak berhenti keluar.

"Diam! jangan sebut aku dan ibumu dengan mulut kotor mu itu!"

Tuduhan keji dari Viki memang menyakitinya, tapi.... melihat ayahnya tak mempercayai nya dan lebih mempercayai Viki yang hanya anak sambungnya membuat Aleena begitu sakit hati.

"Heh bodoh! bagaimana kamu bisa di percaya sedang kan kami semua melihat kamu berada di kamar putraku!" seru Elisa ibu tirinya.

Elisa menatap suaminya, lalu berkata dengan suara parau, "Mas aku tau Viki bukanlah anak kandungmu, tapi aku mendidik mereka dengan baik."

"El, jangan menangis, aku percaya padamu dan pada anak-anak mu." balas Darwin menenangkan. tangannya mengelus rambut Elisa istrinya dengan lembut.

"Ayah....." Alena begitu putus asa mendengar itu.

"Setelah ini jangan memanggilku lagi dengan sebutan Ayah, aku tidak sudi memiliki anak murahan seperti mu!" kata-kata itu pelan namun begitu menusuk di hati Aleena dan mampu mengoyak hatinya hingga hancur.

Tanpa aba-aba, Darwin menarik tangan Aleena dan menyeretnya dengan kasar menuruni anak tangga. Aleena sesekali meringis kesakitan karena cengkraman yang begitu kuat di lengannya. namun Darwin yang buta akan cinta nya pada Elisa tak memedulikan semua itu.

"Ayah sakit...."

Darwin menyeret Alena ke dekat pintu dan membuka pintu itu dengan begitu kasar lalu mendorong tubuh kurus Aleena keluar hingga Aleena terjatuh.

"Mulai sekarang, kau bukan lagi putriku, enyah kau dari hadapanku! aku gak sudi memiliki putri seperti mu!!" kata kata itu begitu menggelegar mengalahkan petir malam itu.

Aleena berusaha bangkit dan mendekati ayahnya untuk meminta ampun, tapi... belum sempat Aleena bangun ayahnya sudah lebih dulu masuk dan menutup pintu dengan kasar.

Aleena terpaku. "Ayah...."

Aleena tak lagi berusaha menggedor atau memanggil ayahnya. ia bahkan menghapus air mata nya saat ini. Alena pun menatap langit yang semakin gelap dengan hujan dan petir yang semakin besar.

Aleena bangkit dan merogoh saku celana nya. "ponsel dan tas ku tadi terjatuh di kamar Viki, bagaimana ini?"

Aleena pun kembali memeriksa saku celananya, dan menemukan selembar uang, "Hanya ini....sepuluh ribu cukup untuk apa?"

Pandangan nya nanar menatap uang sepuluh ribu yang terlihat lecek, ia kemudian ingat dengan kata-kata Radit, kekasihnya, "Sayang, kalau kamu perlu bantuan jangan ragu bilang sama aku ya...Aku menyayangimu...Aleena."

"Iya benar, aku gak boleh sedih, masih ada Radit, aku gak sendirian...."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
16 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status