Usai bicara, aku langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.Aku memutar keran hingga aliran air yang paling deras. Air panas yang menyengat terus mengguyur tubuhku, tapi aku tak merasakan kehangatan sedikitpun.Saat memejamkan mata, wajah Johan yang tampan sekaligus penuh aura nakal itu malah kembali terbayang di benakku.Habislah riwayatku.Benar-benar sudah tamat.Tepat setelah aku selesai mandi dan keluar hanya dengan balutan handuk, ponselku berdering.Ada sebuah pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal.Aku membukanya.[Aku di bawah rumahmu.]Itu dari Johan.Hanya empat kata singkat, tapi membawa perintah yang tak menerima penolakan.Seketika, jantungku berdegup kencang tak karuan.Sudah semalam ini, untuk apa dia datang ke sini?Ken ada di kamar sebelah.Aku reflek ingin menghapus pesan itu dan pura-pura tak melihatnya.Namun, jariku malah bertindak di luar kendali dan mengetik sebuah jawaban.[Iya.]Begitu pesan berhasil terkirim, aku sadar bahwa diriku sudah tak bisa kembal
Read more