LOGIN“Nona Rebeca, Pak Halim menyuruhku… untuk menghamilimu.” Di pesta kapal pesiar, aku mengenakan gaun tali sutra tanpa bra. Aku dipaksa hingga terpojok oleh bawahan ayahku yang paling kejam, terkurung dalam keadaan yang sangat memalukan. Setelah akhirnya berhasil melarikan diri, dia malah memulai ‘misinya’ saat mengantarku dan suamiku pulang. Lampu merah di depan seolah punya niat tersembunyi, suamiku yang mabuk berat masih terbaring di kursi belakang. Sementara di kursi depan, telapak tangan Johan yang kasar dan panas sudah dengan tega melepaskan celana dalam thong tipis yang kupakai, lalu memasukkan jarinya yang basah dan hangat ke dalam sana.
View MoreUsai bicara, aku langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.Aku memutar keran hingga aliran air yang paling deras. Air panas yang menyengat terus mengguyur tubuhku, tapi aku tak merasakan kehangatan sedikitpun.Saat memejamkan mata, wajah Johan yang tampan sekaligus penuh aura nakal itu malah kembali terbayang di benakku.Habislah riwayatku.Benar-benar sudah tamat.Tepat setelah aku selesai mandi dan keluar hanya dengan balutan handuk, ponselku berdering.Ada sebuah pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal.Aku membukanya.[Aku di bawah rumahmu.]Itu dari Johan.Hanya empat kata singkat, tapi membawa perintah yang tak menerima penolakan.Seketika, jantungku berdegup kencang tak karuan.Sudah semalam ini, untuk apa dia datang ke sini?Ken ada di kamar sebelah.Aku reflek ingin menghapus pesan itu dan pura-pura tak melihatnya.Namun, jariku malah bertindak di luar kendali dan mengetik sebuah jawaban.[Iya.]Begitu pesan berhasil terkirim, aku sadar bahwa diriku sudah tak bisa kembal
Itu adalah sebuah rangsangan yang luar biasa hebat dan sulit dijelaskan dengan kata-kata.Di hadapan suamiku, serta ayah dan ibu mertuaku, diriku sedang digoda oleh pria lain dengan cara seperti ini.Rasa bersalah dan gairah bercampur menjadi satu bagaikan ombak pasang yang menenggelamkanku sepenuhnya.Aku bisa merasakan aliran hangat itu kembali mendesak keluar tanpa bisa dikendalikan.Mengalir turun membasahi pahaku secara perlahan.Sensasi basah yang lengket itu membuatku merasa sangat malu.Tepat pada saat itu, gerakan kaki Johan tiba-tiba terhenti.Sepertinya dia juga menyadari sesuatu.Dia agak menundukkan kepala, mengarahkan pandangannya ke lantai di antara posisi duduk kami berdua.Kemudian, dia mendongak dan melemparkan senyuman penuh makna ke arahku.Senyuman itu tampak sangat puas dan penuh godaan.Seolah-olah sedang berkata lihat, kamu basah lagi.Aku tak sanggup menahannya lagi.“Aku… aku ke kamar mandi sebentar.”Aku langsung buru-buru berdiri. Karena gerakanku yang terla
Seluruh tubuhku membeku, darahku seolah mendadak berhenti mengalir.Kok dia bisa ada di sini?!“Eh, Johan sudah datang? Ayo, silakan duduk,” sapa ayah mertua dengan hangat.“Hari ini benar-benar sudah merepotkanmu, sampai harus sengaja datang ke sini untuk mengantarkan dokumen penting ini.”Ternyata dia datang untuk mengantarkan dokumen.Aku menundukkan pandangan, mencoba menyembunyikan kepanikan di tatapanku.Johan melepaskan mantelnya, menampilkan kemeja putihnya yang tampak rapi. Lengan kemejanya digulung sampai ke siku, memperlihatkan lengan bawahnya yang kekar.Layaknya tamu yang sudah biasa berkunjung ke rumah ini, dia dengan santai duduk di sofa tunggal yang berada tepat di hadapanku.Terhalang oleh sebuah meja, tatapan matanya langsung tertuju lekat-lekat padaku.Tatapan itu terasa sangat agresif, seolah-olah sanggup menembus gaunku untuk melihat kondisiku yang saat ini sedang ‘kosong’.Pipiku memanas tanpa bisa dikendalikan. Aku reflek merapatkan kedua kakiku semakin erat.“Re
“Jangan takut,” ujarnya.“Waktu kita… masih sangat panjang.”Usai bicara, dia bangkit berdiri dan menatapku untuk terakhir kalinya dengan sorot mata yang sulit diartikan.Kemudian, dia berbalik dan melangkah meninggalkan studio.Begitu mendengar suara pintu ditutup, akhirnya pertahananku runtuh dan aku pun menangis histeris.Aku menatap diriku sendiri di dalam cermin, pakaian yang berantakan dan wajah penuh air mata, membuat hatiku dirundung keputusasaan yang mendalam.Apa yang harus kulakukan?Kapan permainan ‘penerus keturunan’ yang konyol dan diatur sepenuhnya oleh ayahku ini akan berakhir?Atau permainan ini… akan berakhir suatu hari nanti?Aku tak tahu.Aku hanya tahu bahwa tubuh dan hatiku perlahan-lahan mulai terjerat oleh pria bernama Johan itu tanpa bisa dikendalikan.Saat aku larut dalam lamunanku, ponselku kembali berdering.Kukira itu panggilan dari Ken lagi, jadi aku langsung mengangkatnya tanpa melihat.“Halo?”“Ini aku.”Dari balik telepon, terdengar suara Johan yang ber
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.