Ting. Ponsel Ara berdering, ia melihat pesan masuk. Ayah: Bunda, Ayah tunggu di parkiran. Mata Ara langsung berbinar melihat setelah membacanya. Clek. Pintu ruang rawat terbuka, Ara dan Maya pun meliriknya. Yusuf sudah kembali. Maya melihat jam di pergelangan tangannya, sudah pukul empat sore. "Apa ada yang sakit?" tanya Yusuf sambil berjalan ke arah Citra. "Udah nggak, Mas," jawab Citra. "Cit, aku pamit ya," pamit Maya. "Iya," jawab Citra. "Citra, aku juga," kata Ara penuh semangat. "Hati-hati di jalan," kata Ara melambaikan tangan. "Iya," Ara pun mengangguk lalu keluar bersama dengan Maya, "jomblo, gua duluan ya, ayang gua udah nunggu," katanya lalu berlari. "Setan belang!" umpat Maya kesal. Sedangkan Ara sudah tak mendegar, ia hanya ingin berlari agar segera tiba di parkiran. Benar saja begitu sampai di parkiran ia langsung masuk ke mobil Tama, "Ayah!!" serunya lalu memeluk Tama yang duduk di kemudi. Tama juga memeluknya erat. "Mana bonekanya?"
Última atualização : 2026-09-15 Ler mais