"Kau menyuruhku membiarkan darah dagingku sendiri dibantai demi takhta ini, Laura?!"Suara Edward pecah, parau oleh keputusasaan yang merobek tenggorokannya. Urat-urat di rahang dan lehernya menegang hingga batas maksimal. Ia menatap Laura seolah wanita itu adalah iblis yang baru saja merangkak keluar dari neraka terdalam, namun di saat yang sama, lengannya justru merengkuh pinggang telanjang wanita itu semakin erat, tak sanggup melepaskannya.Laura tidak mundur satu sentimeter pun. Tanpa sehelai benang pun menutupi kulitnya yang memerah, ia berdiri angkuh di atas karpet yang masih berlumuran darah Faela. Senyum di bibirnya perlahan memudar, digantikan oleh tatapan sedingin pualam yang memancarkan dominasi mutlak."Kau meragukanku, Pengawalku?" desis Laura, suaranya mengalun rendah dan berbahaya. "Kau pikir aku adalah wanita lemah yang akan menyerahkan kekuasaan triliunan rupiah hanya karena musuh memegang pion kecil yang bahkan tidak pernah kau ketahui eksistensinya?""Dia anakku, La
Last Updated : 2026-10-09 Read more