Tiga lilin sudah bertengger diatas kue merah jambu. Tapi anak kecil yang memakai topi kerucut ini memajukan mulutnya. Bibir itu ikut mengkerucut. Ia menyilangkan tangannya di atas dada. Gaun ungu yang ia pakai di sibak-sibak hingga hampir terlepas.Larissa yang melihat tingkah putrinya hanya bisa menahan tawa."Kenapa, sayang? Kok kamu belum mau tiup lilinnya?" Tanya Larissa."Papa nggak dateng!" Ujarnya merajuk. Anak ini hampir menangis."Papa sibuk, sayang..""Katanya papa janji mau dateng!""Iya.. tapi papa mungkin ada kerjaan." Sahut Larissa mencoba memberi pengertian.Namun, Chiara mana mau mengerti. Dia merengut. Dengan pipinya yang ranum, Chiara menyembunyikan kemarahan. Bukannya ikut sedih, Larissa dan Bi Ira malah tertawa."Mama!" Tangis Chiara pecah setelah diledek oleh ibunya sendiri."Oh, maaf.." Larissa menahan tawanya. "Biar mama telepon papamu dulu."Bi Ira membantu Larissa menga
Last Updated : 2026-09-02 Read more