Plak!!Suara tamparan itu terdengar nyaring di pipi Bryan. Pria muda ini memegang pipinya yang memerah."Memalukan! Kenapa kamu tidak bilang dari awal, hah??!" Hardik Teguh emosi.Mendapat kemarahan ayahnya membuat Bryan jatuh berlutut. Ia memegang kedua kaki papanya."Maaf, pa. Aku takut sekali.. aku mohon tolong aku!" Ucapnya ketakutan."Dasar anak sialan! Kamu selalu menyusahkanku, Bryan!" Umpat Teguh. "Sekarang kita harus bagaimana, hah? Paskal pasti tidak tinggal diam melihat mantan istrinya dilecehkan. Dia pasti akan memenjarakanmu!"Bryan menggelepar. "Please, pa. Tolong aku! Aku takut sekali."Teguh memijit dahi hingga pangkal hidungnya. Nasib malang apa yang membuatnya memiliki anak nakal seperti Bryan."Tapi aku tidak melecehkannya, pa. Aku berani bersumpah! Aku.. aku hanya memegang tangannya saja!" Dengan menahan tangis, pria cengeng ini menceritakan kronologi menurut versinya. Teguh pun mendengarkan.
Last Updated : 2026-09-05 Read more