“Semoga kita bisa melewatinya sebelum malam turun,” sahut Xiao Yun.“Maka kita butuh kuda untuk itu.”Lin Yuan melihat ke kanan dan kiri, sekiranya ada yang menjual kuda di desa itu. Kemudian tampak seorang pria menarik tali kuda di kejauhan. Tanpa menunggu lagi, Lin Yuan lari mengejar.“Tuan … tuan!” panggilnya.Pria itu heran melihat dua pria muda lari ke arahnya. Dia langsung bersikap waspada dan mengeluarkan pedang yang sebelumnya terselip di pinggang.“Apa yang kalian inginkan?” tanyanya dengan mata berkilat penuh kewaspadaan.‘Kami hanya ingin bertanya,” ujar Lin Yuan dengan napas tersengal akibat lari. Tambahnya lagi, “Tak ada orang tempat bertanya di sini.”“Apa yang ingin kau tanyakan?” orang itu akhirnya menurunkan pedangnya.Sebagian penduduk sedang panen, jadi tak ada banyak orang di jalanan,” tambahnya.Lin Yuan akhirnya mengerti kenapa desa terasa sangat sepi. “Saya ingin bertanya, mungkinkah ada yang menjual kuda di desa ini? Kami ingin pergi ke Kota Awan Berarak.”“Tid
Last Updated : 2026-08-13 Read more