MasukKeluarga Lin dibantai dalam satu malam. Di ambang kematian, Lin Yuan membangkitkan Mata Ilahi dan mewarisi Ilmu Rune Tingkat Ilahi, dua warisan terakhir Klan Pedagang Abadi yang telah lenyap selama ratusan ribu tahun. Namun semakin ia memahami kekuatan itu, semakin jelas satu kenyataan mengerikan: Klan Lin tidak dimusnahkan karena kekayaan atau pengkhianatan... melainkan karena mengetahui rahasia terbesar dunia kultivasi.
Lihat lebih banyakKobaran api adalah hal pertama yang dilihat Lin Yuan ketika ia membuka jendela kamar akibat keributan. Api yang mengubah langit malam Kota Awan Berarak jadi semerah senja disertai asap pekat mengepul ke udara, menyesakkan paru-parunya.
Suara jeritan, benturan senjata disertai raungan marah para kultivator, bercampur baur dengan bau darah yang pekat hingga membuatnya hampir muntah
"Apa yang terjadi?" gumam Lin Yuan dengan tubuh lemahnya gemetar disertai rasa kebingungan.
Lalu ledakan aura kultivator tingkat tinggi yang mematikan itu, terjadi. Tekanannya begitu kuat, terasa menghimpit dan menyesakkan dada bagi orang-orang yang berkultivasi rendah atau tidak memiliki kultivasi seperti Lin Yuan. Pemuda itu jatuh setelah terhuyung sebentar.
Terdengar suara seseorang berteriak dikejauhan,"Mereka menerobos gerbang utara!"
Dengan menebah dada dan hampir tak bisa bernapas, Lin Yuan keluar dari kediaman yang sudah penuh asap. Kompleks kediaman itu telah berubah jadi neraka dengan mayat pelayan bergelimpangan di halaman. Sementara para penjaga bertarung mati-matian melawan puluhan kultivator asing berpakaian hitam dengan penutup wajah.
Tidak jauh dari sana, seorang tetua jatuh berlutut dengan pedang menembus dadanya.
“Tetua!” seru Lin Yuan dengan kengerian, sambil lari mendekat.
"Tuan Muda Keempat! Cepat lari!" perintah tetua itu dengan jeritan tertahan, sebelum kepalanya terpenggal dan menggelinding di halaman berbatu kasar, penuh genangan darahnya sendiri.
Tubuh Lin Yuan membeku seketika. "Tidak, ini tidak mungkin!”
Sejauh yang dia ketahui, keluarga Lin adalah salah satu dari tiga keluarga terbesar dan disegani di Kota Awan Berarak. Ayahnya, Lin Zhenghai, adalah Patriark keluarga yang baik dan ramah, yang berteman dengan banyak pihak berkuasa di kota Awan Berarak. Mereka juga punya Balai Pengobatan yang kerap membantu masyarakat tak mampu untuk mendapatkan pengobatan gratis. Bahkan Pemimpin Kota kerap datang ke kediaman ini jika dia menginginkan sesuatu atau bantuan khusus yang hanya dikuasai keluarga Lin.
"MENGAPA?!"
Sebuah ledakan aura yang jauh lebih kuat, mengguncang langit. Lin Yuan mendongak dan terkejut. Di sana, ayahnya yang biasanya tenang dan berkesan agung itu, bertarung sengit di langit malam. Dikelilingi cahaya spiritual yang menyilaukan, ayahnya sendirian menghadapi lima kultivator yang menyerang silih berganti. Mereka tidak memberi kesempatan bagi Lin Zhenghai untuk menarik napas di sela-sela pertarungan panjang.
Darah mengalir dari tubuh pria paruh baya itu. Meski begitu, pedang di tangannya tetap terangkat dan matanya menyiratkan tekad kuat.
"LIN ZHENGHAI!" Suara seseorang bergema dari langit.
"Menolak berpihak kepada Kerajaan Matahari Terik berarti pengkhianatan!"
Lin Zhenghai tertawa sumbang. Meski tubuhnya dipenuhi luka dan darah mengalir tanpa henti, tawanya masih membahana, hingga tubuhnya yang luka-luka itu mengirim sinyal nyeri saat bergetar akibat tawa bekepanjangan.
"Keluarga Lin hanyalah pedagang," balasnya sinis. "Sejak kapan berdagang menjadi sebuah dosa dan pengkhianatan?!"
Lalu dia terbatuk dan memuntahkan seteguk darah. Mata pria itu melihat kehadiran putra bungsunya. Tatapannya berkilat penuh tekad.
"Yuan'er."
Lin Yuan mendengar namanya dipanggil dari langit. Dia mendekat dan melihat kegetiran di mata ayahnya
"Kau harus bertahan hidup … balaskan dendam ini!"
“Lin Zhenghai, jangan pernah berpaling dari musuhmu saat bertarung!”
Sebuah tombak cahaya melesat dari arah tak terduga, menembus dada dan menghentikan kata-katanya seketika. Tubuh Lin Zhenghai jatuh dari langit.
"AYAH!"
Lin Yuan menjerit antara ngeri dan marah. Secara refleks dia lari ke sana berusaha menyambut tubuh sang ayah yang jatuh, agar tidak membentur tanah keras.
Namun, sebuah cengkeraman di bahu, memaksa langkahnya terhenti dengan sebelah kaki masih terangkat ke udara. Ia menoleh untuk protes, lalu terdiam oleh pemandangan yang tak kalah mengerikan.
Itu kakak sulungnya, Lin Tianyu. Tubuh penuh luka. Darah mengalir di sudut bibirnya. "Tidak ada waktu." Suara kakaknya bergetar.
"Dengarkan aku,” katanya, “mulai saat ini, kau adalah harapan terakhir keluarga."
Lin Yuan menggeleng panik. "Kakak, apa maksudmu? Kita harus menyelamatkan Ayah!" Kepalanya menoleh pada sang ayah yang kini sudah tergeletak di atas genangan darah di tanah.
Tatapan Lin Tianyu berubah. Kali ini, Lin Yuan melihat ketakutan di mata kakaknya yang terkuat dari mereka empat bersaudara.
"Kita sudah dikhianati."
Suara Lin Tianyu bersaing dengan suara keras yang kembali terdengar, memekakkan telinga, mengalirkan rasa takut dan ngeri di hati adiknya.
Sebuah ledakan keras terdengar dari arah aula utama. Lalu suara jeritan ibunya yang menyayat hati dan membuat bulu-bulu di kulit tangannya berdiri karena rasa ngeri yang tercipta.
“Ibu ….” Mata Lin Yuan terbelalak lebar dengan bayangan kengerian dahsyat di dalam kepalanya. Wajahnya pucat memikirkan apa yang terjadi pada sang ibu.
Lalu semuanya menjadi sunyi. Lin Tianyu menutup mata sesaat. Pandangannya gelap. Tapi, ketika membukanya kembali, tatapannya telah berubah menjadi tekad bulat. "Dengarkan pesan terakhirku baik-baik."
"Kau bukan seorang kultivator, bukan petarung. Tapi diberkati kecerdasan. Jadi, carilah cara untuk tetap hidup.”
Ia menarik sebuah liontin hitam dari balik pakaiannya. Diserahkan ke dalam genggaman tangan adiknya. “Ini lambang pewaris keluarga Lin. Pastikan kau hidup untuk meneruskan garis keturunan keluarga kita, dan membalaskan dendam ini!” Tangan Lin Tianyu mendorong pundak adiknya keras.
"Kakak …."
"Pergi ke halaman belakang. Tetua Kelima sudah menunggu untuk menyelamatkanmu dan adik ketiga!”
“Kau bagai--"
Kakaknya sudah lari ke arah lain untuk menghadang seorang kultivator yang bergegas datang ke arah mereka sambil memerintah, “LARI!"
Firasat kuat dan merasa ada yang mengawasi, membuat Lin Yuan terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak. Dia segera duduk, lalu jalan ke ruang depan. Di sana, para pelayan pria tidur berjejer begitu saja di lantai, beralas tikar jerami.Pemuda itu mengamati suasana di luar dari jendela. Para penjaga membuat api unggun di halaman depan rumah itu untuk menghangatkan diri. Beberapa yang lain berjalan memeriksa sisi rumah secara bergantian.Mata Ilahinya memeriksa dalam kegelapan malam yang pekat tanpa bintang. DI kejauhan hanya terbentang garis batas hutan yang dilindungi pepohonan lebat. Tidak ada apa pun yang terlihat mencurigakan. Tapi firasatnya biasanya tak pernah salah.“Ada apa Tuan Muda Yuan?” sapa seorang penjaga kala melihatnya keluar dari pintu.“Aku hendak ke kamar kecil,” ujarnya beralasan.“Tempatnya jauh ke belakang,” kata seorang penjaga. Lalu dia menoleh pada seorag rekannya.“Hei, kau … temani Tua Yuan ke kamar kecil di belakang,” perintahnya.Pria itu bangkit dari dud
Prajurit itu memeriksanya. “Yuan Lin.”“Ya,” sahut Lin Yuan cepat.“Pergilah.”Prajurit itu mengembalikan kartu identitas. Lin Yuan menerimanya dengan tenang. Kereta kembali bergerak. Setelah melewati gerbang, Lin Yuan baru mengembuskan napas perlahan.Penyamaran berhasil. Tidak ada yang mengenalinya. Rombongan terus meninggalkan ibukota. Beberapa saat kemudian, dinding kota mulai mengecil di belakang mereka.Su Wanqing membuka tirai kereta. “Ap akita sudah keluar?”Pelayan di sebelahnya menjawab, “Sudah.”Su Wanqing memandang ke belakang. Dinding ibukota terlihat semakin jauh. Dia menurunkan tirai.“Rasanya aneh,” katanya.“Kenapa?” tanya pelayan itu lagi.“Setelah tinggal begitu lama di sana, akhirnya pergi tanpa tahu kapan akan kembali.”Pelayan wanita itu tidak langsung menjawab. “Tidak perlu memikirkan kapan kembali.”Dia menatap jalan di depan. “Untuk sekarang, kita hanya perlu memastikan kita sampai dengan selamat di ibukota Kekaisaran Agung.”Su Wanqing tersenyum kecil. “Baik.
Tidak lama kemudian, Bai Zhenyu masuk ke ruangan. Dia berhenti ketika melihat Su Wanqing dan Lin Yuan sudah berbicara.“Nona Su,” sapanya hormat. “Ternyata Anda sudah sampai.”Su Wanqing mengangguk dan memberi pujian, “Pelayan Anda sangat membantu saya.”Bai Zhenyu kemudian menoleh pada Lin Yuan yang berdiri tak jauh dari Su Wanqing.“Terima kasih sudah menjemputnya,” kata pemuda itu.Bai Zhenyu mengangguk. “Tidak ada masalah. Dia bukan buronan. Tidak ada yang memperhatikan.”Lin Yuan menghela napas lega. “Bagus.”Bai Zhenyu kemudian melihat Su Wanqing.“Perjalanan ke Ibukota Kekaisaran Agung akan memakan beberapa hari. Apakah Nona Su sanggup?”“Aku sanggup.” Jawabannya sederhana.Bai Zhenyu mengangguk. “Kalau begitu, persiapkan diri. Kita akan berangkat hari ini.”Lin Yuan menatapnya dengan ekspresi terkejut. “Hari ini?”“Ya.” Bai Zhenyu berjalan mendekat dan bicara dengan suara rendah, “Orang-orang Rumah Lelang Naga Giok masih mengawasi gedung ini. Aku tidak ingin memberi mereka leb
Tiba-tiba seorang penjaga masuk dengan langkah cepat. “Tuan Bai.”Bai Zhenyu menoleh. “Ada apa?”Penjaga itu merendahkan suara. “Ada tiga orang dari Rumah Lelang Naga Giok di luar.”Gerakan tangan Bai Zhenyu berhenti. “Apa masuk ke gedung?”“Tidak.” Penjaga menggeleng.“Lalu?” Tuan Bai keheranan.“Mereka hanya berdiri di seberang jalan. Terus mengamati kendaraan kita.”Lin Yuan meletakkan benda yang sedang diperiksanya.Bai Zhenyu mengerutkan kening. “Mereka sudah berada di sana sejak kapan?”“Menurut penjaga gerbang, sejak sebelum matahari terbit.”Ruangan itu mendadak sunyi. Lin Yuan dan Bai Zhenyu saling memandangBai Zhenyu menghela napas.. “Berarti mereka juga sedang menghitung langkah kita.”Lin Yuan berjalan menuju jendela. Dia tidak membuka tirai. Hanya berdiri di baliknya. Mata Ilahinya menembus celah kecil. Di seberang jalan, tiga pria berdiri di dekat sebuah toko yang belum buka. Pakaian mereka tampak biasa, tetapi posisi mereka terlalu teratur untuk dianggap kebetulan. Sal












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak