Bai Zhenyu duduk di hadapan Lin Yuan setelah Yu Mei meninggalkan ruangan. Tatapannya masih tenang, tetapi kali ini terlihat lebih serius daripada ketika mereka bertemu di kota siang tadi. Lin Yuan mengambil cangkir tehnya dan menyeruput perlahan, menunggu pria itu membuka pembicaraan.“Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bertemu lagi,” ujar Bai Zhenyu sambil tersenyum tipis.“Barangkali,” jawab Lin Yuan santai.“Bagaimana Tuan Muda Yuan bertemu dengan Tuan Bai Zhenyu?” tanya Tuan Yu Tua.“Tadi siang, di depan salah satu toko batu mentah. Aku melihat caranya menilai batu dan aku tertarik untuk membawanya masuk ke Rumah Lelang Kencana Emas. Tapi dia belum memberikan jawaban.” Tuan Bai menjelaskan pertemuannya dengan Lin Yuan.“Aku juga baru bertemu dengannya tadi pagi, saat datang ke Rumah Harta. Matanya memang sangat bagus.” Tuan Yu ikut memuji.Lalu pandangannya diarahkan pada Lin Yuan yang hanya mendengarkan dengan tenang. “Tuan Muda, kata-katamu mengenai punggungku, aku memang
Dernière mise à jour : 2026-08-28 Read More