Julian menggeleng. Ia hanya berniat bercanda, agar suasana cair. Ternyata tantenya malah terbawa perasaan. Itu lihat, Julian kembali tersenyum saat melihat rona merah di pipi tantenya. “Aiishh.... Sudahlah, mau mandi dulu tan!” Julian beranjak pergi langsung menuju kamar mandi karena ia juga kebelet buang hajat. Wati berjalan menuju teras depan, mendongak ke atas. Tampak mendung dari barat sangat gelap, memenuhi setengah langit. Angin yang berhembus lebih dingin dari biasanya. Ia langsung menutup gerbang, menguncinya dari dalam. Suaminya sudah pergi menggunakan mobil tadi sore pergi ke kantor kecamatan. Dan jika hujan, di pastikan suaminya tak akan pulang karena jalan menuju ke situ masih berupa jalan tanah. Dan mobil tanpa Doble gardan, di pastikan akan terjebak jalanan yang akan berubah berlumpur. Suara gemuruh petir di kejauhan membuat Wati secepat mungkin masuk rumah, menguncinya rapat-rapat. Ia menutup semua jendela dan menghidupkan semua lampu. “Astaga, kenapa harus h
Last Updated : 2026-07-30 Read more