Bahkan, dengan angkuhnya, Tristan “memberiku hadiah” berupa posisi sebagai istri sahnya.Huh, memangnya ini masih zaman kuno?"Kak Jasmine?" Laura memanggilku pelan.Aku tersadar dari lamunan, lalu tersenyum kepadanya."Laura, pesta segera dimulai. Ayo, kita foto bareng dulu, lalu duduk."Begitu aku selesai berbicara, beberapa teman yang membantu menyambut tamu di samping, saling berpandangan.Bagas pun mendekat dan berbisik pelan."Kak Jasmine, pestanya mau dimulai sekarang? Tapi, Tristan belum balik …."Aku berkata dengan acuh tak acuh."Dia pasti akan datang, setelah selesai membereskan urusannya.""Ada lebih dari 300 tamu yang nunggu. Nggak mungkin ngebiarin mereka duduk diam gitu aja."Bagas dan beberapa orang lainnya saling berpandangan, mereka jelas terlihat panik.Bagas lalu menarik dua orang lainnya ke sudut ruangan. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.Aku tetap berdiri di tempat dan samar-samar mendengar suara dari ujung telepon."Kak Tristan, apa di sana udah
Read more