เข้าสู่ระบบSehari sebelum perayaan satu bulan kelahiran anak kami, suamiku, Tristan Athalla, mengirimkan pesan. [Kita ketemu di tempat biasa, ada kejutan.] Restoran Barat itu sudah menjadi saksi lamaran kami, saat kami resmi menikah dan tiap perayaan ulang tahun pernikahan kami. Aku mengira ini kejutan romantis kecil yang lagi-lagi disiapkan Tristan untukku. Namun, saat membuka pintu, aku malah melihat Tristan sedang bermesraan dengan seorang wanita. Lalu, di sebelahnya duduk seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya. Saat melihatku, Tristan tidak menjadi panik dan tidak berusaha menghindar, dia malah terlihat acuh tak acuh. "Anak sudah lahir. Jadi, aku juga nggak berniat menyembunyikannya lagi darimu." "Kenalkan, ini Sabrina Navira, cinta pertamaku. Anak kami sudah berusia empat tahun." Melihatku tidak mengatakan apa-apa, Tristan pun melanjutkan kata-katanya. "Jangan khawatir, satu-satunya istriku tetaplah kamu. Nantinya, apa pun yang menjadi hakmu dan anakmu, nggak akan kurang sedikit pun." "Pesta perayaan satu bulan kelahiran anak kita, besok tetap dilaksanakan seperti semula. Hanya saja …. Dio harus masuk kartu keluarga kita." "Kita sudah menikah selama enam tahun. Karier aktingmu bisa sukses berkat diriku. Turuti saja yang kukatakan, ini demi kebaikan kita bersama." Aku yang biasanya selalu menuntut penjelasan sampai ke akar-akarnya, kali ini tidak mengatakan sepatah kata pun. Aku langsung berbalik dan pergi. Keesokan harinya, Tristan menyambut para tamu di pintu hotel, seakan tidak terjadi apa-apa. Aku berjalan menghampiri Tristan di tengah kilatan lampu kamera, sambil menggandeng tangan sahabat baiknya. "Kenalkan, ini ayah baru anakku."
ดูเพิ่มเติม"Aku nggak peduli.""Aku yang peduli." Aku menunjuk lipstik di bibirku. "Riasan wajahku baru aja diperbaiki."Seluruh penonton kembali tertawa terbahak-bahak. Setelah episode itu tayang, "Faris Menangis", "Jasmine Bilang Sekarang Giliranku Yang Menunggu" dan "Sup Tomat Dengan Telur" secara bergantian menjadi trending topik di media sosial. Para netizen sibuk mengambil tangkapan layar, sementara kolom komentar dipenuhi dengan kalimat-kalimat seperti [Cinta macam apa ini, indah banget kayak di negeri dongeng!], [Aku jadi iri!] dan [Kantor Catatan Sipil sudah kami pindahkan ke depan rumah kalian!].Di hari terakhir syuting, tim produksi mengadakan sesi "Surat untuk Masa Depan".Aku menulis surat untuk Faris di sepuluh tahun kemudian.[Sepuluh tahun lagi, Luna mungkin sudah duduk di bangku SMP. Kamu mungkin masih tetap memanjakannya dan aku mungkin masih menjadi satu-satunya 'orang jahat' di rumah. Tapi, nggak apa-apa. Selama kamu masih ada di sisiku, biarin aja aku jadi orang jahat. Terim
"Aku bergadang semalaman untuk cari panduan wisata." Faris mengaku dengan jujur. "Aku mencari 'tempat di Kota Nuria yang cocok untuk pasangan' dan hasil pertama yang muncul adalah batik celup."Aku tertawa. "Kamu juga baca panduan wisata?""Aku kan bukan dewa," kata Faris sambil mengikat celemeknya. Kain biru itu membuat garis otot lengan Faris terlihat begitu indah. "Waktu aku mengejarmu, aku baca segala macam panduan. Cara membahagiakan seorang gadis, cara memilih hadiah untuk pacar, cara mengetahui apa dia sedang marah. Riwayat pencarian di browser-ku penuh dengan hal-hal semacam itu.""Benarkah?""Benar. Mau lihat? Masih ada tangkapan layarnya di ponselku."Aku tidak bisa menahan tawa. Melihatku tertawa, Faris pun ikut tertawa. Dia lalu mengulurkan selembar kain putih kepadaku. "Ayo, bikin gaun kecil untuk putrimu."Kami menghabiskan sepanjang sore di lokakarya itu. Faris begitu canggung, tali untuk teknik celupnya tidak kunjung bisa diikat dengan benar, hingga akhirnya guru di san
"Sejak pesta perayaan satu bulan kelahiran Luna, aku sudah jadi ayahnya."Aku mengulurkan tanganku. "Pakaikan."Tangan Faris gemetar saat memasangkan cincin itu ke jariku.Setelah cincin itu terpasang, Faris menggenggam tanganku, menundukkan kepala, lalu mencium cincin itu dengan lembut."Jasmine, terima kasih sudah memberiku kesempatan ini. Terima kasih sudah mengizinkanku untuk menunggumu."Malam itu, Faris memposting sesuatu di media sosial.Dia cuma memposting sebuah foto, foto bersamaku dan Luna, dengan cincin itu terpasang di jariku.Keterangannya berbunyi: [Dua belas tahun, akhirnya penantianku berakhir.]Vonny adalah orang pertama yang berkomentar.[Gila! Selamat!]Tristan juga melihatnya.Dia hanya memberi like tanpa komentar, diam-diam.Namun, belakangan aku mendengar kabar bahwa malam itu Tristan minum sendirian di bar hingga fajar dan akhirnya dibawa pulang oleh Bagas.….Saat Luna berusia dua tahun, sebuah acara reality show bertema percintaan menghubungiku.Tim produksi
"Tapi, dia nggak mau dengar. Dia pilih kamu, karena dia mencintaimu."Suara Faris akhirnya bergetar."Kamu tahu gimana rasanya ngelihat orang yang kita cintai nikah sama pria lain? Kamu nggak tahu, karena kamu nggak pernah benar-benar mencintai siapa pun. Kamu cuma mencintai dirimu sendiri."Aula pesta menjadi begitu sunyi, hingga suara napas pun terdengar jelas.Tristan berdiri di tempat, dia benar-benar syok.Aku menggenggam erat tangan Faris, lalu menatap Tristan.Aku menatap mata Tristan, lalu menekankan tiap kata yang kuucapkan."Aku dan Faris, nggak lagi berakting.""Atau paling nggak, mulai hari ini, bukan lagi sekadar akting."Faris menunduk untuk menatapku. Di matanya tersirat kegembiraan, tetapi dia tidak berani mengekspresikannya terlalu berlebihan, karena takut momen indah ini hanyalah mimpi, momen yang sudah ditunggu Faris terlalu lama dan akhirnya bisa terwujud."Kamu serius?" Suara Faris terdengar serak."Serius," jawabku.….Aku tidak begitu ingat bagaimana Tristan perg












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.