Short
Suami Absen di Pesta Anakku, Aku Ganti Ayahnya

Suami Absen di Pesta Anakku, Aku Ganti Ayahnya

By:  BlueCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
2.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sehari sebelum perayaan satu bulan kelahiran anak kami, suamiku, Tristan Athalla, mengirimkan pesan. [Kita ketemu di tempat biasa, ada kejutan.] Restoran Barat itu sudah menjadi saksi lamaran kami, saat kami resmi menikah dan tiap perayaan ulang tahun pernikahan kami. Aku mengira ini kejutan romantis kecil yang lagi-lagi disiapkan Tristan untukku. Namun, saat membuka pintu, aku malah melihat Tristan sedang bermesraan dengan seorang wanita. Lalu, di sebelahnya duduk seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya. Saat melihatku, Tristan tidak menjadi panik dan tidak berusaha menghindar, dia malah terlihat acuh tak acuh. "Anak sudah lahir. Jadi, aku juga nggak berniat menyembunyikannya lagi darimu." "Kenalkan, ini Sabrina Navira, cinta pertamaku. Anak kami sudah berusia empat tahun." Melihatku tidak mengatakan apa-apa, Tristan pun melanjutkan kata-katanya. "Jangan khawatir, satu-satunya istriku tetaplah kamu. Nantinya, apa pun yang menjadi hakmu dan anakmu, nggak akan kurang sedikit pun." "Pesta perayaan satu bulan kelahiran anak kita, besok tetap dilaksanakan seperti semula. Hanya saja …. Dio harus masuk kartu keluarga kita." "Kita sudah menikah selama enam tahun. Karier aktingmu bisa sukses berkat diriku. Turuti saja yang kukatakan, ini demi kebaikan kita bersama." Aku yang biasanya selalu menuntut penjelasan sampai ke akar-akarnya, kali ini tidak mengatakan sepatah kata pun. Aku langsung berbalik dan pergi. Keesokan harinya, Tristan menyambut para tamu di pintu hotel, seakan tidak terjadi apa-apa. Aku berjalan menghampiri Tristan di tengah kilatan lampu kamera, sambil menggandeng tangan sahabat baiknya. "Kenalkan, ini ayah baru anakku."

View More

Chapter 1

Bab 1

Pesta perayaan satu bulan kelahiran anak aktris pemenang penghargaan terbaru ini juga mengundang banyak selebriti ternama untuk hadir.

Strategi untuk menarik perhatian ini sudah cukup membuat semua orang merasa antusias.

Siaran langsung para wartawan hiburan sudah begitu heboh.

[Kak Jasmine kenapa belum juga muncul? Apa gosip perceraian itu benar?]

[Coba lihat si Tristan, ada lingkaran hitam di bawah matanya. Semalam, pasti nggak tidur karena asyik foya-foya.]

[Ah, sudahlah. Ini kan perayaan satu bulan kelahiran putrinya. Sebagai ayah, wajar kalau Tristan terlalu senang sampai nggak bisa tidur.]

[Senang? Dia bahkan nggak ngejemput istrinya! Jasmine Amani datang sendiri ke sini, apa itu normal?]

Komentar-komentar bermunculan dengan begitu cepatnya..

Tristan mengenakan jas hitam yang dirancang khusus. Dia berdiri di pintu masuk hotel untuk menyambut para tamu, sambil tersenyum sopan dan ramah.

Seorang wartawan menyodorkan mikrofon dan bertanya.

"Pak Tristan, hari ini perayaan satu bulan kelahiran putri Anda. Kenapa Bu Jasmine nggak datang bersama Anda? Apa ada sesuatu yang …."

Tristan tersenyum dan langsung memotong kata-kata wartawan itu.

"Hubungan kami sangat harmonis. Karena agak repot bawa bayi, dia akan menyusul sebentar lagi."

Lensa kamera memperbesar ekspresi Tristan yang penuh kasih sayang.

Ironisnya ….

Semalam sebelum berpisah, Tristan masih memeluk Sabrina Navira dengan mesra dan merencanakan liburan keluarga bertiga ke luar negeri.

Tristan yakin, aku tidak akan bertengkar dengannya.

Bagas Wardhana, sahabat dekat Tristan yang berdiri di samping, menyenggol bahu Tristan sambil tertawa pelan.

"Kak Tristan, semalam tidur jam berapa? Sampai ada lingkaran hitam di matamu. Cinta lama dan cinta baru berkumpul, jangan-jangan semalam kamu gila-gilaan, ya?"

Seorang teman lainnya mendekat, mengedipkan matanya dan berkata dengan nada menggoda.

"Tristan memang jago menaklukkan istri, siapa tahu hal itu benar-benar bisa terwujud."

"Tapi kan si Ratu Film itu orangnya keras kepala. Setelah diperlakukan kayak gitu, jangan-jangan dia benar-benar marah dan nggak mau datang?"

Beberapa orang tertawa pelan.

Tristan tersenyum tipis, lalu berkata dengan nada datar.

"Kami sudah menikah selama enam tahun. Semua yang dia miliki sekarang itu hasil pemberianku. Lagian, dia sudah melahirkan anakku. Selain datang, apa dia punya pilihan lain?"

Tristan terdiam sejenak. Dia menatap para wartawan di luar, lalu berkata dengan penuh keyakinan.

"Wajar kalau dia agak kesal. Tapi, dia nggak punya nyali untuk bikin onar di depan banyak senior dan wartawan hiburan."

Gelak tawa kembali terdengar. Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti.

Aku mengenakan gaun panjang berwarna sampanye, dengan rambut disanggul longgar di belakang kepala.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status