"Irwan?" Reyhan menggertakkan gigi. Tatapannya menyala penuh amarah, beralih tajam antara Irwan dan Salma, sebelum akhirnya terpaku pada gerakan kecil Salma yang sedikit merapat ke belakang tubuh Irwan, sebuah gestur yang menyiratkan rasa ketergantungan. Hal itu nyaris membuat Reyhan gila. "Ini urusanku sama istriku! Orang luar sepertimu nggak punya hak buat ikut campur! Enyah kamu!""Mantan istri," koreksi Irwan dengan nada tenang, posisinya tak bergeming sedikit pun. "Lagi pula, apa aku ikut campur atau nggak, itu tergantung pada keinginan Salma."Dia menoleh, menatap Salma dengan lembut, "Salma, perlu aku usir dia sekarang?"Salma mendongak, menatap melewati bahu Irwan, hingga tatapannya kembali tertuju pada wajah Reyhan. Di balik sorot mata itu hanya ada rasa jijik yang dingin, tanpa ada emosi lainnya.Dengan jelas dan tegas, Salma mengucapkan kata demi kata."Reyhan, tolong pergilah. Jangan maksa aku panggil satpam, itu cuma bakal buat situasi jadi memalukan."Reyhan menatap peman
Baca selengkapnya