Short
Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus

Manusia Mudah Berpisah, Mimpi Mudah Pupus

By:  GurenCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Memasuki tahun kelima pernikahannya dengan Reyhan Septian, Salma Alvaro tiba-tiba menerima sebuah foto dari sahabatnya. Foto itu menampilkan latar pertunjukan kembang api yang memukau, dengan Reyhan dan sekretarisnya, Giselle Devanda, yang berdiri berdampingan sambil menatap langit malam. Sang sahabat menyematkan sebuah pesan singkat: [Salma, hati-hati ya sama si Giselle ini.] Salma menatap foto itu beberapa detik, lalu tersenyum tipis. Dengan santai, dia membalas pesan sahabatnya: [Tenang aja. Semua pria di dunia ini mungkin aja selingkuh, tapi Reyhan mah nggak.] Begitulah besarnya keyakinan yang Salma miliki.

View More

Chapter 1

Bab 1

Seluruh warga Kota Awangga tahu betul kalau Reyhan, sang pewaris tunggal Keluarga Septian, mencintai Salma bagaikan nyawanya sendiri. Sementara Giselle, entah dari segi paras, pesona, maupun latar belakang keluarga, bahkan tidak ada sepersepuluhnya Salma, jadi Giselle sama sekali bukan ancaman.

Dia meletakkan ponselnya dan kembali merangkai bunga, sama sekali tidak menggubris kejadian kecil ini.

Hingga tiga hari kemudian, pada suatu malam. Saat Reyhan sedang mandi, layar ponselnya yang tergeletak di nakas tiba-tiba menyala, menandakan ada pesan masuk di WhatsApp-nya.

Salma sama sekali tidak berniat mengintip, tetapi pandangannya tak sengaja menyapu layar ponsel itu dan seketika terpaku.

Dia melihat nama kontak yang Reyhan simpan untuk Giselle.

Kontak itu dinamai: [Sayangku].

...

Panggilan itu bagaikan duri beracun yang bergerigi, menancap hingga ke daging, seketika memicu rasa nyeri yang melumpuhkan.

Darah Salma seolah membeku saat itu juga. Dia terpaku duduk di tepi ranjang, ujung-ujung jarinya terasa dingin.

Bagaimana mungkin?

Dia tak percaya dengan penglihatannya sendiri.

Semua orang di lingkaran pergaulan mereka tahu, Salma dan Reyhan adalah pasangan yang tumbuh bersama sejak kecil. Dari masa balita yang masih belajar berjalan, masa remaja, hingga melangkah ke pelaminan, setiap fase dalam hidup pria itu selalu ada dirinya.

Di usia 16 tahun, di hadapan seluruh guru dan murid, di tengah pidato di bawah tiang bendera, Reyhan tiba-tiba membuang teks pidatonya. Dia berteriak ke arah Salma yang ada di antara kerumunan, "Salma, aku suka kamu! Jadi pacarku, ya!"

Di ulang tahunnya yang ke-18 tahun, Reyhan menyewa seluruh taman hiburan. Saat bianglala mencapai titik tertinggi, dengan telinga merah, dia mengeluarkan sebuah cincin. Suaranya bergetar gugup, "Salma, nikah yuk sama aku. Nanti pas usia kita udah legal, hal pertama yang bakal aku lakuin adalah nikahin kamu."

Reyhan mencintainya dengan rasa posesif yang luar biasa, sampai-sampai membuat orang geleng-geleng kepala.

Dia tak mengizinkan satu pun laki-laki mendekat dalam radius tiga meter dari Salma. Kalau Salma menatap laki-laki lain sedetik saja, Reyhan bisa cemburu buta sampai tiga hari. Pria itu akan mencari berbagai cara untuk 'menghukum' Salma, sampai Salma tertawa dan memohon ampun, berulang kali mengakui bahwa dia hanya mencintai Reyhan seorang.

Dia selalu mengira hubungan mereka adalah potret cinta yang paling sempurna.

Dia begitu yakin, meski seluruh dunia berkhianat, Reyhan akan tetap berdiri teguh di sisinya.

Namun kini, nama kontak [Sayangku] yang terpampang menyilaukan di layar ponsel bagaikan tamparan keras, menghancurkan habis segala keyakinan dan iman yang dia pegang.

Dia tersentak sadar. Jantungnya serasa diremas kuat oleh tangan tak kasatmata, menjalar nyeri yang membuat sesak napas.

Matanya terpaku pada ID akun itu. Jemarinya gemetar, dia memaksakan diri menghafal deretan angka tersebut sekuat tenaga.

Malam itu juga, dia menggunakan ponselnya sendiri untuk mengirim permintaan pertemanan.

Permintaan itu langsung diterima dalam hitungan detik.

Seolah sudah lama menunggu, pihak sana langsung membalas dengan sebuah pesan: [Nona Salma, aku tahu tujuanmu menambahkan kontakku. Besok jam tiga sore di Kafe Blue Bay, aku bakal ceritain semua kenyataannya ke kamu.]

Menatap pesan itu, hati Salma langsung anjlok ke dasar jurang.

Keesokan harinya, di Kafe Blue Bay.

Giselle sudah menunggu di sana, tampak tenang dan penuh percaya diri.

Salma baru saja duduk, Giselle langsung mendahuluinya tanpa basa-basi. Dia menyodorkan sebuah ponsel ke hadapan Salma, layar ponsel itu menampilkan sebuah video yang dijeda.

"Semua yang ingin kamu tahu, ada di dalamnya." Nada Giselle terdengar santai, tetapi terselip sedikit nada kemenangan dan provokasi yang samar.

Jari-jari Salma gemetar. Firasatnya mengatakan, begitu video ini diputar, dunia indah yang dia bangun bertahun-tahun akan runtuh seketika.

Akan tetapi, kebenaran bagaikan kotak Pandora, meski tahu isinya kehancuran, dia tetap tak kuasa menolaknya.

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menekan tombol putar.

Latar video itu adalah sebuah pesta pribadi. Lampunya remang-remang, suasana ramai oleh suara obrolan.

Di tengah layar, Reyhan dan Giselle sedang berciuman penuh gairah tanpa peduli pada sekitar, ciuman mereka begitu liar dan menggebu-gebu.

Sekelompok teman mereka di sekitar malah bersorak dan bersiul riuh.

Setelah ciuman itu lepas, salah satu dari mereka tertawa dan bertanya dengan lantang, "Kak Reyhan, gimana rasanya nyiumin Giselle, sekretarismu? Dibanding nyiumin istrimu, mana yang lebih nendang?"

Reyhan menerima rokok yang disodorkan temannya. Dia menyelipkannya di antara bibir, mengembuskan asap tipis dengan tatapan acuh tak acuh, lalu menjawab dengan nada datar yang terdengar kejam.

"Nggak bisa dibandingin."

Dia terdiam sejenak. Di tengah tatapan penasaran orang-orang di sekitarnya, dia perlahan melanjutkan, "Aku nggak pernah nyium Salma, apalagi tidur sama dia."

Kalimat itu bikin suasana hening seketika, lalu pecah jadi keheranan yang lebih besar.

"Hah? Mana mungkin! Kak Reyhan, dulu kamu ngejar Salma gila-gilaan. Pas dia mau jadian sama kamu, kamu kesenangan sampai mabuk parah, nangis meluk kita sampai tengah malam. Kalau cinta mati gitu, mana mungkin nggak pernah kamu sentuh sama sekali?"

Reyhan menjentikkan abu rokoknya. Raut wajahnya tertutup aura gelap yang sulit dihilangkan. Dia diam beberapa detik sebelum akhirnya bicara. Suaranya berat, tetapi setiap kata yang keluar bagaikan pisau yang mengiris jantung Salma di balik layar.

"Memang belum. Dulu aku cinta mati sama dia, tiap detik ingin banget punya dia seutuhnya. Tapi, sejak ... insiden penculikan itu ...."

Dahinya berkerut tajam saat menyebut kata penculikan.

"Aku selalu ngerasa dia udah kotor."

"Kalian tahu 'kan aku punya fobia kebersihan. Tiap kali ingin nyium atau mesra sama dia, pikiranku selalu kemana-mana. Apa gerombolan penculik itu pernah nyentuh dia kayak gini? Apa mereka juga ...."

Dia terdiam sejenak, seolah ingatan akan adegan itu membuatnya sangat muak, sebelum akhirnya menyimpulkan.

"Kotor. Terlalu kotor. Aku bener-bener nggak bisa ngilangin rasa jijik itu."

Dia menatap Giselle yang ada di pelukannya, nadanya sedikit melunak. "Jadi, kalau kalian cari cewek simpanan karena udah bosen, udah nggak cinta, aku beda. Aku masih cinta Salma, tapi dia terlalu kotor. Giselle emang nggak ada apa-apanya dibanding Salma, tapi dia bersih. Ciuman pertama dan malam pertamanya cuma buat aku."

Kalimat terakhirnya bagaikan vonis akhir, menghempaskan Salma ke dasar neraka yang paling kelam.

"Jauh lebih baik daripada Salma yang udah kotor."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status