Baru saja Sky selesai berbicara, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dari sampingnya. "Sky, coba lihat cincin berlianku longgar nggak?"Sky menoleh dan menjawab, "Sebentar."Kemudian, dia menoleh kembali ke arahku. "Lanny, masih ada yang ingin kamu bicarakan nggak? Kalau nggak, aku tutup dulu ya."Aku menunduk, menatap pria di layar itu. Pada akhirnya, aku tetap tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Sky, kamu benar-benar ingin menikahiku?"Sky tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Tentu saja. Kita sudah bersama selama tujuh tahun, itu bukan waktu yang singkat. Tentu saja aku ingin menikahimu."Aku mengangguk. Jariku berhenti di jendela obrolan grup keluarga Sky, Keluarga Tanius. Tiga menit yang lalu, aku sudah mengetik sebuah pesan.[ Setelah disepakati oleh kedua belah pihak, pernikahan yang semula dijadwalkan lusa resmi dibatalkan. ]Saat menulisnya, aku masih ingin menjaga harga diri Sky dan berpamitan baik-baik. Sekarang, aku menghapusnya kata demi kata."Oke."....Keesokan h
Baca selengkapnya