Aku merasa agak terkejut. "Aku baru saja mulai kerja.""Memangnya kenapa?" Dia mengangkat pandangan dan menatapku. Nada bicaranya lembut, tetapi penuh keyakinan. "Kalau punya kemampuan, nggak usah dilihat dari masa kerjanya."Saat itu juga, aku tiba-tiba ingin menangis.Jadi, beginilah rasanya dihargai. Bukan sekadar dijawab asal dengan, "Terserah". Bukan disuruh masuk ke dapur untuk mencuci piring. Bukan saat kamu menyampaikan keinginanmu lalu dijawab, "Jangan bikin ribut".Melainkan ada seseorang yang benar-benar melihatmu, melihat kemampuanmu, melihat pilihanmu, dan melihatmu sebagai manusia yang utuh.....Waktu berlalu begitu cepat. Saking cepatnya hingga ketika aku kembali mengingat Sky, hatiku sudah tidak terasa sakit lagi.Sesekali aku mendengar kabarnya dari teman-teman yang sama. Katanya dia dan Claire benar-benar sudah putus hubungan. Sebagian besar biaya pernikahan di Swiss ditanggung oleh Sky.Cincin berlian, gaun pengantin, lokasi acara, tiket pesawat, hingga hotel, semua
Baca selengkapnya