Telepon berdering cukup lama sebelum akhirnya diangkat.Dari seberang terdengar suara wanita yang tenang dengan sedikit nada malas. "Halo?"Tenggorokan Alfons langsung terasa tercekat. Begitu banyak kata yang ingin dia ucapkan, tetapi semuanya tersangkut di tenggorokannya.Pada akhirnya, yang keluar hanya beberapa patah kata dengan suara serak dan penuh kerendahan hati, nyaris disertai isak tangis."Carmel ... ini aku .... Aku lihat berita di koran .... Kamu baik-baik saja ... syukurlah. Aku ... hanya ingin ... dengar suaramu."Di seberang telepon, keheningan kembali menyelimuti begitu lama, sampai Alfons mengira Carmel akan kembali menutup telepon begitu saja.Tak lama kemudian, dia mendengar Carmel mengembuskan napas pelan. Suaranya tetap tenang, tetapi terdengar begitu jauh, begitu lega, seolah telah benar-benar melepaskan semuanya."Alfons, semuanya sudah berlalu. Aku sudah maafkan kamu. Bukan demi kamu, tapi demi diriku sendiri. Agar aku benar-benar bisa melepaskan semuanya dan me
Mehr lesen