เข้าสู่ระบบSemua orang mengatakan bahwa Carmel adalah primadona tercantik di Kota Nansa. Kulitnya putih, wajahnya menawan, dan sifatnya bebas serta penuh percaya diri. Pada saat masih bersenang-senang di luar negeri, dia tiba-tiba dipanggil pulang oleh ayahnya melalui sebuah telegram kilat. Di telegram itu hanya ada satu kalimat. [ Segera pulang dan menikah dengan Alfons. ] Alfons adalah perwira termuda sekaligus paling menjanjikan di militer. Sifatnya dingin, tertutup, disiplin, dan sangat menjunjung aturan. Benar-benar bertolak belakang dengan Carmel. Carmel menyukai keramaian, sedangkan Alfons menyukai ketenangan. Carmel bertindak sesuka hati dan sudah tak terhitung berapa banyak ulah nekat yang pernah dilakukannya, sementara Alfons selalu mematuhi aturan dan menjadikan disiplin militer sebagai prinsip yang tak boleh dilanggar.
ดูเพิ่มเติมTelepon berdering cukup lama sebelum akhirnya diangkat.Dari seberang terdengar suara wanita yang tenang dengan sedikit nada malas. "Halo?"Tenggorokan Alfons langsung terasa tercekat. Begitu banyak kata yang ingin dia ucapkan, tetapi semuanya tersangkut di tenggorokannya.Pada akhirnya, yang keluar hanya beberapa patah kata dengan suara serak dan penuh kerendahan hati, nyaris disertai isak tangis."Carmel ... ini aku .... Aku lihat berita di koran .... Kamu baik-baik saja ... syukurlah. Aku ... hanya ingin ... dengar suaramu."Di seberang telepon, keheningan kembali menyelimuti begitu lama, sampai Alfons mengira Carmel akan kembali menutup telepon begitu saja.Tak lama kemudian, dia mendengar Carmel mengembuskan napas pelan. Suaranya tetap tenang, tetapi terdengar begitu jauh, begitu lega, seolah telah benar-benar melepaskan semuanya."Alfons, semuanya sudah berlalu. Aku sudah maafkan kamu. Bukan demi kamu, tapi demi diriku sendiri. Agar aku benar-benar bisa melepaskan semuanya dan me
Setelah kembali ke vila kecil yang kini benar-benar kehilangan sang nyonya, Alfons mengunci diri di dalam kamar yang gelap gulita.Semua tirai ditutup rapat, menghalangi setiap cahaya dan suara dari luar. Botol-botol minuman kosong berserakan di lantai.Seluruh ruangan dipenuhi aroma alkohol yang menyengat, bercampur dengan keputusasaan yang nyaris terasa nyata.Alfons terduduk di lantai, bersandar pada sisi ranjang. Di tangannya tergenggam erat sebuah foto lama yang sudah memudar. Foto Carmel saat masih remaja, yang diam-diam diambil seseorang di taman.Di sampingnya tergeletak sebuah alat perekam kecil. Dari alat itu terus berputar rekaman pendek yang direkam secara tak sengaja.Hari itu Carmel sedang dalam suasana hati yang baik dan tanpa sadar bersenandung pelan. Suara merdunya yang sedikit malas terdengar samar-samar.Namun kini, setiap nada itu berubah menjadi bilah pisau paling tajam yang berulang kali mengiris jantungnya.Kadang Alfons tertawa pelan seperti orang kehilangan aka
Setelah menyelesaikan sebuah tugas militer yang mendesak, Alfons bergegas kembali ke vila kecil itu.Sepanjang perjalanan, masih ada secercah harapan yang nyaris mustahil di dalam hatinya. Mungkin dengan adanya anak itu sebagai pengikat di antara mereka, hati Carmel perlahan akan melunak. Mungkin hubungan mereka masih bisa diselamatkan.Namun, saat pintu vila didorong terbuka, yang menyambutnya hanyalah kesunyian. Kesunyian yang begitu hampa. Bahkan lebih hampa daripada saat Carmel pergi untuk pertama kalinya.Seluruh barang pribadi Carmel kembali lenyap tanpa jejak. Di atas meja ruang tamu hanya tersisa sebuah kotak beludru dan selembar kertas yang terlipat rapi.Jantung Alfons langsung tenggelam. Firasat buruk yang begitu kuat sontak mencengkeram seluruh dirinya.Dengan tangan gemetar, dia mengambil lembar kertas itu. Itu adalah catatan tindakan medis dari sebuah klinik swasta. Catatan prosedur pengguguran kandungan. Tanggal yang tertera adalah hari ini.Pada kolom alasan tindakan ha
Di sisi lain, setelah keterkejutan dan ketidakpercayaan yang menghantamnya perlahan reda, jauh di lubuk hati Alfons muncul secercah harapan yang begitu kecil. Itu adalah harapan yang bahkan tidak berani dia dambakan.Seorang anak .... Anaknya dan Carmel .... Inilah ikatan baru yang tak akan pernah bisa diputus di antara mereka.Mungkin dengan adanya anak ini, Carmel tidak akan lagi bersikeras meninggalkannya. Mungkin dia masih memiliki sedikit kesempatan untuk memperbaiki semuanya.Dengan hati-hati, Alfons menoleh ke arah Carmel. Namun, yang menyambutnya hanyalah sepasang mata yang sedingin es, dipenuhi rasa jijik dan ketegasan.Tatapan itu seketika menghancurkan secercah harapan yang baru saja tumbuh di hatinya."Aku mau aborsi." Suara Carmel datar tanpa emosi, bahkan sedingin embun beku di musim dingin.Kalimat itu bergema jelas di ruang tamu."Aku nggak mungkin melahirkan anak ini." Hati Alfons seolah diremas oleh tangan yang tak kasatmata. Rasanya sesak, sakit, hingga hampir membua












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น