Ini adalah hari ke 124 aku menikah dengan Reza. Yap, aku menghitungnya, kutandai setiap hari yang dilalui bersamanya sejak dia mengikrarkan janji sucinya dulu di depan penghulu. "Don... Donna, kamu di dalam?" Suara Reza terdengar dari luar pintu kamarku. Aku melangkah membukakan pintu. "Ya, kenapa bang?" " Mama barusan nelpon, nanyain kita kapan kesana." Mama yang dimaksud Reza adalah mama mertuaku, wanita berusia 65 an, masih sangat energik, pensiunan PNS Kemenkeu. Sejak pensiun dia hanya menghabiskan waktu di rumah, menanam berbagai jenis bunga, dia juga memiliki kios bunga segar, kadang beliau menghabiskan waktunya di kios juga. "Ada acara?" Reza mengangguk,"Bagas pulang." Bagas itu adiknya Reza yang bungsu, yang lagi ngambil S2 di Zurich, Swiss. Dia waktu itu enggak bisa pulang pas kami menikah. "Udah nyampe rumah?" Tanyaku. "Belum, jam 7 baru landing, nanti kita jemput ke bandara abis itu langsung kerumah mama, kamu siap-siap ya, lima belas menit lagi kita pergi
Last Updated : 2026-07-26 Read more