"Aku selalu datang ke sini setiap kali tekanan pekerjaan di Erlangga terasa terlalu mengekang," ujar Morgan, suaranya yang bernada bariton terdengar lembut menembus kesunyian malam.Pria tegap itu menuntun Camelia menuju tepi pembatas kaca tebal setinggi dada, tempat di mana seluruh sudut panorama Jakarta terpampang tanpa penghalang.Camelia menyandarkan kedua telapak tangannya di atas pembatas kaca, menghirup udara malam yang segar. Wajah cantiknya diterpa cahaya remang-remang lampu taman, memancarkan kedamaian murni yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun."Tempat ini luar biasa, Morgan," bisik Camelia, matanya berbinar menatap kilau lampu gedung-gedung tinggi di kejauhan. "Berada di sini membuat semua kekacauan, dendam, dan perang korporasi di bawah sana terasa begitu kecil dan tidak berarti."Morgan berdiri di samping Camelia. Pria itu melepaskan jas tuksedo hitamnya, lalu dengan gerakan lembut melingkarkan jas hangat tersebut ke atas bahu Camelia untuk membentenginya dar
Última actualización : 2026-08-02 Leer más