Liora berdiri mematung di balik pilar koridor fakultas. Matanya lurus menatap ke arah tempat parkir dosen. Sebelum membukakan pintu mobil, Mahen menghentikan langkahnya. Liora menajamkan pendengarannya, memanfaatkan keheningan koridor sore itu untuk mencuri dengar percakapan mereka. "Kamu tidak perlu repot-repot membawakan kopi ke kelasku, Clarissa," ujar Mahen. Suaranya terdengar jauh lebih lembut dibanding saat mengajar, meski sisa-sisa nada kakunya tetap ada. Clarissa tersenyum manis, membetulkan letak tas kulitnya di pundak. "Aku tidak repot, Mahen. Lagipula, Ibu yang memintaku untuk memastikan kamu tidak melewatkan makan siang lagi karena sibuk mengurus draf maket mahasiswa." Mahen menghela napas pendek, namun sebuah lengkungan senyum tipis terukir di wajahnya. "Sampaikan terima kasihku pada Bu Saras. Tapi lain kali, fokus saja pada persiapan materi mengujimu." "Aku selalu fokus, Mahen. Termasuk fokus membantumu menyelesaikan urusan dokumen berkas kita ke Berlin," ba
Last Updated : 2026-07-05 Read more