Robi tidak menunggu rapat benar-benar berakhir.Begitu Direktur HR meminta dirinya menyerahkan akses jabatan dan mengikuti proses administrasi, laki-laki itu langsung meninggalkan ruang rapat.Wajahnya merah.Rahangnya mengeras.Kedua tangannya mengepal.Ia bahkan tidak menoleh ketika Burhan memanggil namanya.“Robi!”Langkahnya semakin cepat.“Robi, berhenti!”Pintu lift terbuka.Robi masuk.Burhan berhasil menyusul tepat sebelum pintu menutup.“Apa-apaan kamu?!”Robi menekan tombol lantai dasar.“Ayah sudah lihat sendiri, kan?”“Lihat apa?”“Zyandru sengaja mempermalukan aku!”Burhan tertawa tidak percaya. “Mempermalukan kamu?”“Dia bawa semua itu ke depan komisaris!”“Karena kamu meninggalkan jejak!”Robi menoleh tajam. “Ayah nyalahin aku?”“Memangnya Ayah harus menyalahkan siapa?”“Zyandru!”Burhan mengusap wajah.“Robi, Ayah sudah bilang jangan bertindak semba
آخر تحديث : 2026-10-02 اقرأ المزيد