Restoran Eropa di kawasan Senayan itu sudah terlalu akrab bagi mereka berempat.Meja dekat jendela.Sofa panjang berwarna krem.Lampu gantung dengan cahaya hangat.Bahkan pelayan yang menghampiri seolah sudah hafal siapa yang akan memesan sparkling water, siapa yang paling cerewet memilih pasta, dan siapa yang selalu mengubah pesanannya tiga kali sebelum akhirnya kembali pada menu pertama.Tempat yang biasanya menjadi markas tawa mereka.Siang ini seharusnya juga begitu.Namun sejak duduk hampir lima belas menit lalu, Anindya, Keisha, dan Marvelle mulai menyadari satu hal.Vimala terlalu diam.Padahal sebelumnya—ketika perempuan itu tiba-tiba mengirim pesan di grup dan mengajak makan siang—ketiganya hampir tidak percaya.Keisha bahkan sempat membalas,Suami lo akhirnya buka pintu penjara?Yang langsung disambut tiga emoji tertawa dari Marvelle.Mereka memang tahu Zyandru sangat protektif belakangan ini.Dan meskipun sering diledek posesif, ketiganya cukup memahami alasan
آخر تحديث : 2026-09-26 اقرأ المزيد