Gejolak di dada Alexa tidak bisa ditahan lagi. Meskipun Devan sempat menahannya untuk memberi waktu pada Valeria, rasa khawatir sebagai sahabat dekat melenyapkan seluruh selera makannya."Aku tidak bisa diam saja, Devan," bisik Alexa seraya melepaskan genggaman tangan suaminya dengan halus. "Wajahnya tadi benar-benar buruk. Aku harus menyusulnya."Devan menghela napas pendek, lalu mengangguk paham. "Ya sudah, susul dia. Kalau kondisinya memang sangat parah, kita antar dia ke rumah sakit saja.""Iya," jawab Alexa cepat seraya beranjak dari kursi dan melangkah bergegas menyusuri koridor menuju toilet wanita di bagian belakang restoran.Di area meja makan, tersisa Devan dan Mike yang duduk berseberangan. Namun, ketenangan Mike sudah hilang sepenuhnya. Tangan pria berusia tiga puluh lima tahun itu tak berhenti meremas jemarinya sendiri di bawah meja. Pikirannya melayang jauh, menghitung mundur hari demi hari sejak malam yang tak disengaja di apartemennya dua minggu lalu.Mual mendadak...
Last Updated : 2026-08-23 Read more