Franklin menatap Alexa dengan mata berkaca-kaca, masih tak percaya dengan ucapan putri kandungnya. Di ruang VIP yang tenang itu, raut wajah Alexa berubah menjadi sangat tenang, lugas, dan terkesan dingin—sebuah ketegasan yang sebenarnya dia gunakan untuk membentengi dirinya sendiri."Aku serius, Ayah," ucap Alexa dengan nada tegas. Matanya menatap lurus Franklin tanpa keraguan. "Aku memang belum bisa sepenuhnya percaya pada Ayah setelah semua yang terjadi di masa lalu. Tapi, aku memutuskan untuk memberikan Ayah kesempatan kedua."Franklin mengatupkan bibirnya rapat-rapat, dadanya bergemuruh menahan rasa haru. Bahkan matanya kini panas dan berkaca-kaca karena ucapan Alexa yang masih memedulikannya.Alexa mengembuskan napas pelan, lalu dia kembali bicara."Manfaatkan kesempatan ini dengan baik," ucap Alexa dengan nada yang datar dan tidak terbantahkan. "Aku melakukan ini semata-mata karena tidak ingin Ivander Group terguncang akibat pemecatan mendadak Ayah. Perusahaan baru saja stabil,
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-11 Mehr lesen